KPK Bangun Integritas Lewat Pesantren

11 views

Jakarta | Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) menerima puluhan kader Syuriah Nahdlatul Ulama (NU) dalam rangka menanamkan nilai integritas lewat pengurus-pengurus pesantren di Pusat Edukasi Anti Korupsi, Gedung C1 KPK, Jakarta, selama dua hari Rabu-Kamis (21-22/11).

Pelatihan ini adalah rangkaian kegiatan Pendidikan dan Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) yang dibuat oleh Lembaga kajian Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) Pengurus bersar Nahdlatul Ulama (PBNU). Tahun ini, ada 38 peserta yang merupakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dari provinsi Jambi, Bengkulu, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Lampung, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, Sekretaris Lakpesdam Marzuki Wahid mengatakan kegiatan ini diharapkan bisa memberikan pandangan baru mengenai cara mencegah korupsi. “Belajar supaya tahu kondisi dan perkembangan korupsi di Indonesia agar menghindarinya dan berdakwah kepada masyarakat yang belum paham,” ujar Marzuki.

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif memberi pandangan mengenai modus korupsi yang semakin hari semakin tidak terlihat. Syarif juga mengimbau agar PBNU jeli terhadap uang sumbangan yang masuk, apalagi dari pejabat negara. “NU adalah organisasi besar, maka jangan sampai disalahgunakan,” ujar Syarif.

Syarif berharap, kader-kader yang pelatihan akan menjadi generasi penerus bangsa yang dapat menjadi teladan. “Mengubah orang-orang tua itu sudah susah, tetapi kita berharap pada generasi penerus agar bisa kita majukan. Kita seharusnya menjadi contoh dan teladan yang baik, agar beberapa teman yang pernah ditangkap tidak terulang,” kata Syarif.

Pelatihan yang akan diselenggarakan selama dua hari ini akan dibagi dalam tiga tema pembahasan. Pertama, diskusi dengan tema Strategi Pencegahan Korupsi Berbasis Pesantren. Kedua, dengan tema Membangun Integritas Bangsa melalui Pesantren. Terakhir diskusi mengenai Penguatan Materi Pencegahan Korupsi melalui Pelayanan Publik Berintegritas. (Red/Hum/KPK)