KPK Akan Kembali Periksa Zumi Zola

68 views

Gubernur Jambi Zumi Zola.

SpiritNews.Co, Jakarta | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan penyidikan kasus suap ‘duit ketok’ untuk pengesahan APBD Jambi. Kini KPK tengah berfokus pada kasus yang menjerat Gubernur Jambi Zumi Zola sebagai tersangka.

“Untuk kasus dugaan suap pengesahan APBD Jambi akan menjalani proses persidangan. KPK akan concern pada perkara dugaan gratifikasi dengan tersangka ZZ (Zumi Zola) dan ARN (Arfan),” kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah seperti dilansir dari detikcom, Senin, 26 Maret 2018.

Febri mengatakan, untuk proses selanjutnya, akan dikumpulkan keterangan dalam penyidikan kasus tersebut, termasuk dengan pemeriksaan tersangka dalam kasus ini.

“Pemeriksaan tersangka dan saksi akan dilakukan ke depan. Nanti kami informasikan kembali,” ucap Febri.

KPK hari ini telah melimpahkan berkas penyidikan anggota DPRD Jambi Supriono, yang disangka menerima duit ketok. Sebelum Supriono, KPK memproses persidangan tiga orang lainnya, yaitu Plt Kadis PUPR Jambi nonaktif Arfan, Plt Sekda Jambi nonaktif Erwan Malik, serta Asisten Daerah III Jambi nonaktif Saifudin, yang didakwa sebagai pemberi.

Dalam pengembangan perkara, KPK kemudian menduga Zumi Zola menerima gratifikasi bersama-sama dengan Plt Kadis PUPR Provinsi Jambi nonaktif Arfan. Duit yang diduga berasal dari rekanan Pemprov Jambi ini dimaksudkan agar anggota DPRD Provinsi Jambi menghadiri rapat pengesahan APBD Jambi 2018.

Total ada Rp 4,7 miliar yang diamankan KPK dari jumlah yang seharusnya Rp 6 miliar. Diduga, ada irisan uang dugaan penerimaan Zumi dan Arfan dengan ‘duit ketok’ kepada anggota DPRD Jambi. KPK juga tengah membuktikan keterlibatan Zumi dalam pemberian suap.

Zumi telah diperiksa dua kali sejak ditetapkan sebagai tersangka, namun belum ditahan. KPK kemudian mempertimbangkan segera menahan Zumi, menyusul kritik dan masukan dari masyarakat.

“Masukannya kita terima. Itu nanti akan jadi pertimbangan kita untuk segera melakukan penahanan. Itu mungkin yang akan kita bicarakan dulu dengan penyidik,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Maret 2018. (dtk/red)