Komnas PA Sebut Kasus Siswa SD Hamili Siswi SMP karena Pornografi Mudah Diakses

108 views

Ilustrasi.

SpiritNews.Co, Jakarta | Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menilai kasus siswa sekolah dasar (SD) yang menghamili siswi sekolah menengah pertama (SMP) karena faktor maraknya konten berunsur pornografi yang ada di media sosial (medsos).

“Pemicu perilaku penyimpangan seksual anak pada umumnya diinspirasi oleh tayangan-tayangan pornografi yang sangat mudah di akses anak melalui media sosial,” kata Ketua Umum Komnas PA Arist Merdeka Sirait, seperti dilansir dari Okezone, Jumat, 25 Mei 2018.

Permasalahan seksual anak, kata Arist, belakangan ini mengalami peningkatan. Bahkan, kata dia, kejadian itu kerap menimpa anak-anak yang ada di daerah Indonesia.

Dengan adanya fenomena itu, menurut Arist, peran pengawasan dari orangtua terhadap anak itu sangat kurang. Sehingga, menurutnya, peran keluarga harus diperkuat agar menghindari kasus-kasus serupa ke depannya.

Arist menekankan, keluarga adalah contoh terdekat untuk anak-anak. Selain itu, Arist menegaskan, selain orangtua, lingkungan sekitar juga harus melakukan pengawasan terhadap anak-anak di bawah umur yang dianggap tidak normal di usianya.

“Demikian juga perhatian dan keterlibatan masyarakat terhadap situasi sosial di lingkungannya juga sangat minimal,” kata Arist.

Kasus ini bermula ketika seorang siswi kelas VIII SMP di Kabupaten Tulungagung terbukti hamil oleh siswa kelas V SD di Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Mirisnya lagi, anak lelaki itu sebenarnya sudah berusia 13 tahun, mengingat pernah dua kali tak naik kelas.

Sementara anak perempuan itu kini berusia 12 tahun sedang mengandung bayi berusia 6 bulan. Akibat perbuatan dua bocah ini, kedua belah pihak keluarga sepakat untuk menikahkannya.

Namun permintaan tersebut ditolak oleh pihak Kantor Urusan Agama (KUA) setempat, sehingga kedua belah pihak mengajukan banding di Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Tulungagung.

Menariknya sang ayah menyebut apa yang dilakukan anak laki-lakinya itu merupakan bagian dari ‘tes kejantanan’ pasca-sunat di alat vitalnya. (okz/red)