Ketidakpuasan Kinerja Dinilai Jadi Faktor Polisi Jadi Target Teroris

249 views

Kondisi halte Transjakarta pasca ledakan bom Kampung Melayu

SpiritNews.Co, Jakarta | Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menduga salah satu faktor kepolisian menjadi target sasaran teroris karena buntut ketidakpuasan terhadap kinerja penegak hukum.

“Sejak kasus penembakan pos polisi di Tuban sudah saya sampaikan polisi akan terus jadi target utama. Meski ada faktor-faktor di eksternal, saya coba untuk melihat dari perspektif di dalam negeri. Faktor ketidakpuasan pada kinerja polisi juga menjadi salah satu penyebab,” ujarnya, Sabtu, 27 Mei 2017.

Ketidakpuasan yang dimaksud Bambang seperti penanganan kasus yang bersangkutan dengan ormas-ormas di Indonesia.

“Ketidakpuasan pada penanganan beberapa kasus yang bersangkutan dengan ormas-ormas fundamentalis itu juga menjadi legitimasi mereka untuk membuat polisi sebagai target utama,” paparnya.

Sebab itu, ia meminta pihak kepolisian untuk segera membongkar penyebab dari teror bom di Kampung Melayu. Meski begitu Bambang mengaku bersyukur karena aksi tersebut tidak menyasar kepada warga Jakarta yang tengah melakukan pawai obor.

Dirinya tetap mengingatkan untuk masyarakat tidak terprovokasi pada isu-isu lain seperti agama. “Playing victim seperti itu bisa saja terjadi, mengingat otak pelaku memang menginginkan rusuh di negeri ini. Adu domba seperti itu sudah sering terjadi. Pelaku teror, hanyalah boneka dari otak-otak jahat di baliknya. Opini publik yang menyudutkan Polri sedang melakukan kriminalisasi ulama dan Islam sudah dibangun untuk menjadi alat legitimasi teror. Dan ini yang harus diwaspadai,” tutupnya.

Seperti diketahui, aksi teror bom yang terjadi di kawasan Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur mengakibatkan tiga anggota kepolisian tewas, sementara korban lainnya luka-luka. Pengebom diklaim sebagai pejuang ISIS, yakni Ichwan Nurul dan Ahmad Syukri. (red)