Kepergok Akan Buang Jasad Janin, Sepasang Kekasih Diamankan

276 views

SpiritNews.Co, Probolinggo | Sepasang kekasih harus berurusan dengan polisi. Mereka kepergok akan membuang jasad janin perempuan yang masih berusia 5 bulan.

Keduanya diamankan anggota Satlantas Polres Probolinggo, saat menggelar razia Ops kendaraan di depan Polsek Leces, Kabupaten Probolinggo, Selasa, 18 April 2017.

Adalah DK (20) warga Desa Tigasan, Kecamatan Leces dan AMS (22) warga Desa/Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember. Keduanya langsung diserahkan ke Unit Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Probolinggo.

Informasi yang dihimpun, saat Ops berlangsung, petugas mencegat DK dan AMS saat mengendarai sepeda motor. Petugas kemudian meminta agar barang yang dibungkus tas plastik warna hitam dibuka. Setelah diperiksa ternyata berisi orok bayi perempuan yang sudah diaborsi. Karena kedapatan membawa jasad janin, keduanya selanjutnya diamankan.

Saat diinterogasi petugas Unit PPA, pelaku AMS mengaku janin yang dibawanya itu dari hasil hubungan gelapnya dengan DK. Janin itu diaborsi dalam kandungan berusia 5 bulan dengan menggunakan obat-obatan dan jamu.

“Rencananya janin itu akan kami makamkan di rumah saudara di Kota Probolinggo. Tapi kedahuluan ketangkap. Saya memang mau menikahi DK, tapi DK keburu mengaborsi janin itu sendiri tanpa bantuan siapapun,” jelas AMS, pria pengangguran ini kepada polisi dan wartawan.

Kanit Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Probolinggo, Bripka Isana Reny Antasari mengatakan saat ini tersangka AMS masih diperiksa. Sedangkan DK, ibu dari janin masih dilakukan perawatan intensif di RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Kini, AMS ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan pemeriksaan DK menunggu pulang dari rumah sakit.

“Setelah kami datangi rumah kekasih tersangka DK. Ternyata benar, dikamar pacarnya ada bukti sisa-sisa upaya aborsi atau menghilangkan nyawa janin bayi yang dikandung pacar tersangka. Ternyata janin itu diaborsi di rumah AMS,” terangnya.

Pihaknya juga menemukan sejumlah obat-obatan yang diduga kuat sering dikonsumsi kekasih tersangka untuk menggugurkan kandungan. Kini keduanya terancam pasal 346 KUHP karena telah sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya, dengan ancaman 4 tahun penjara. (red)