Kenaikan Tarif STNK dan BPKB Bisa Pengaruhi Citra Jokowi

257 views

SpiritNews.Co, Jakarta | Memasuki awal tahun, sejumlah tarif layanan umum dan kebutuhan masyarakat mengalami kenaikan harga, seperti bahan bakar minyak (BBM), listrik, dan pengurusan STNK-BPKB. Kenaikan harga itu dinilai bisa mempengaruhi citra Presiden Joko Widodo (Jokowi) di mata rakyat.

Harga BBM umum naik harganya sebesar Rp300 per liter, sementara, yang terjadi pada tarif listrik adalah pencabutan subsidi bagi sebagian pelanggan 900 volt ampere (va). Biaya pengurusan STNK-BPKB pun mengalami kenaikan, rata-rata 50 hingga 200 persen.

Direktur eksekutif Voxpol Centre, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, sejumlah kebijakan tersebut akan berpengaruh terhadap citra Presiden Joko Widodo.

“Rencana kenaikan listrik, BBM dan STNK/BPKB di awal tahun, jelas kado pahit bagi rakyat, hadiah pemerintah. Catatan saya, pertama, kenaikan tersebut bisa melongsorkan citra bapak Presiden Jokowi di mata rakyat, delegitimasi rakyat terhadap pemerintah,” kata Pangi, Sabtu (7/1/2017).

Menurutnya, langkah selanjutnya yang harus diperhatikan pemerintah adalah berhati-hati dengan kemungkinan kenaikan harga sembako sebagai imbas dari harga BBM yang mengalami penyesuaian.

“Seperti yang sudah sudah, kalau BBM sudah dinaikkan otomatis harga kebutuhan yang lain juga naik, namun kondisinya berbeda kalau BBM diturunkan, tak punya dampak atau beriringan dengan penurunan harga yang lainnya,” jelasnya.

Ia pun menyarankan pemerintah berpikir ulang untuk melanjutkan kenaikan harga BBM tersebut, mengingat hal tersebut juga akan berdampak domino pada daya beli masyarakat.

Karena tak secara langsung disetujui olehnya, Pangi menduga Jokowi tak tahu betul mengenai kenaikan tarif-tarif di atas.

“Kalau Presiden tahu, maka sebaiknya Presiden menyarankan dan mempertimbangkan untuk tidak menaikkan harga BBM, karena bisa berdampak komplikasi pada semua sektor lini kehidupan,” tukas Pangi. (red)