Kemeriahan HUT Kota Solok, Baralek Gadang Mambangkik Batang Tarandam

232 views

SpiritNews.Co, Solok | Kota Solok, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 47, yang jatuh pada tanggal 16 Desember 2017. Dalam kemeriahanya, sejumlah rangkaian kegiatan penuh makna diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solok bersama dengan pihak terkait lainnya.

Perayaan Hari Jadi, ‘Baralek Gadang’ Kota yang berjuluk ‘Beras Serambi Madinah’ ini juga bertujuan untuk ‘Mambangkik Batang Tarandam’, dengan mengangkat tema budaya, adat dan tradisi lokal masyarakat Kota Solok, menggairahkan kembali serta mengingatkan masyarakat Sumatera Barat, akan sejarah masa lalu Solok yang kaya akan budaya, bahwa Solok dari dulu hingga sekarang merupakan daerah yang elok, indah dan beradat.

Beragam kegiatan diselenggarakan, salah satunya adalah Arak-arakan Bako terbanyak dengan jumlah peserta yakni Bundo Kanduang dalam proses adat tersebut sebanyak 1566 orang, hingga berhasil mencetak “Rekor Dunia” dengan nomor rekor 8281, yang diberikan oleh Museum Rekor – Dunia Indonesia (MURI).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Solok Zul Elfian, Wakil Wali Kota Solok Reinier, Ketua Dekrans RI Bintang Puspayoga, Gubernur Sumbar yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Taufik Efendi, Ketua DPRD Kota Solok Yutris Can, Daualat Tuanku Rajo Alam Pagaruyung Muchdan Taher Bakri beserta permaisuri, Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, Dandim 0309, Kajari Solok, Ketua LKAAM, Ketua KAN, Bundo Kanduang, seluruh Kepala OPD Pemko Solok, Tim Penilai dari Muri, Forkompinda, Ninik Mamak, Alim Ulama, seluruh peserta pawai dan tamu undangan lainya.

Wali Kota Solok Zul Elfian dalam sambutannya mengatakan, pihaknya bersyukur di usia yang ke 47, diharapkan ke depanya Kota Solok semakin maju.

Zul Elfian juga mengapresiai seluruh kalangan adat, Bundo Kanduang, LKAAM dan KAN yang saling berangkulan bersama seluruh elemen masyarakat, sehingga dapat mensukseskan rangkaian kegiatan HUT Kota Solok, hingga mendapat penghargaan berupa rekor dunia.

“Ini merupakan momentum yang baik untuk intropeksi demi kemajuan Kota Solok yang lebih baik kedepannya,” kata Zul Elfian.

Wali Kota Solok juga menyerahkan sebuah batik khas Solok dan tenun batang lembang yang merupakan produk kerajinan, kepada Ketua Dekranas Bintang Puspayoga sekaligus melaunching batik tersebut sebagai sebuah karya milik daerah Kota Solok.

Ketua Dekranas, Bintang Puspayoga berharap kepada seluruh masyarakat Kota Solok serta Pemko Solok untuk mendorong perkembangan ekonomi masyarakat yang kreatif.

“Kota Solok memang bukan tipe daerah yang memiliki Sumber Daya Alam yang dapat dijual, namun ada satu hal yang menjadi modal besar, yaitu kebersamaan masyarakatnya, keakraban antara yang satu dengan yang lain, hal ini tentu dapat membawa Kota Solok ke arah yang lebih baik. Saya yakin dengan kebersamaan ini pula dapat terwujud Kota Solok sebagai daerah tujuan, dengan seluruh lapisan masyarakat yang bersatu dalam mempertahankan adat dan tradisi, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi Kota Solok,” kata Bintang.

Lintas Sejarah

Sejarah mencatat, Kota Solok diresmikan Menteri Dalam Negeri, Amir Mahmud berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor Pemda 7/9–10–313 tertanggal 23 November 1970, dan sekaligus waktu itu mengangkat Drs.Hasan Basri sebagai pejabat Kepala Daerah pertama.

Wilayah Kota Solok berasal dari salah satu wilayah adat yaitu Nagari Solok. Namun berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 1966, selanjutnya ditambahkan Jorong Laing dari bagian Nagari Guguk Sarai di wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Solok untuk masuk kedalam daerah administrasi Kotamadya Solok.

Pasca dikukuhkan, Kotamadya Solok menggawangi 13 Resort Administrasi, yaitu Resort Tanah Garam, Resort Enam Suku, Resort Sinapa Piliang, Resort IX Korong, Resort Kampai Tabu Karambie (KTK), Resort Aro IV Korong, Resort Simpang Rumbio, Resort Koto Panjang, Resort Pasar Pandan Air mati, Resort Laing, Resort Tanjung Paku, Resort Nan Balimo, dan Resort Kampung Jawa. Selanjutnya dikukuhkan menjadi kelurahan-kelurahan yang tersebar di dua kecamatan, Lubuk Sikarah dan Tanjung Harapan. (EYN)