Kasus Suap, Ketua PN Tangerang Sudah Ingatkan Hakim dan Panitera

40 views

Ketua Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus Tangerang, Muhammad Damis.

SpiritNews.Co, Jakarta | Ketua Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus Tangerang, Banten, Muhammad Damis mengatakan sudah mengingatkan jajarannya, termasuk terhadap hakim PN Tangerang, Wahyu Widya Nurfitri, dan panitera pengganti Tuti Atika untuk tidak menerima suap.

Hakim Wahyu dan panitera Tuti ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK bersama dua advokat. Hal itu disampaikan Damis setelah menjalani pemeriksaan di KPK untuk kasus hakim Wahyu.

“Saya enggak tahu, semua standar sudah saya lakukan. Beberapa kali sudah saya ingatkan, baik secara keseluruhan terhadap pegawai maupun khusus kepada yang bersangkutan,” kata Damis di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin, 26 Maret 2018.

Terhadap kejadian ini, Damis berjanji untuk memperketat pengawasan.

“Sekarang ini yang saya lakukan setiap 2 jam saya umumkan baik kepada seluruh pegawai, termasuk hakim, untuk tidak menerima pemberian dalam bentuk apa pun, termasuk kepada pengunjung sidang, untuk tidak memberikan suap,” ujar Damis seperti dilansir dari kompas.com.

Soal kasus yang melibatkan dua anak buahnya itu, Damis mengatakan, dia tidak mengerti soal komisi-komisidi kasus tersebut.

Mantan Wakil Ketua PN Makasar yang mengaku baru bertugas dua bulan di PN Tangerang itu mengaku dicecar 10-11 pertanyaan oleh penyidik.

Sebelumnya, KPK menetapkan empat orang tersangka dalam kasus ini. Selain hakim PN Tangerang Wahyu Widya Nurfitri dan panitera pengganti PN Tangerang Tuti Atika, dua tersangka lainnya, yakni advokat Agus Wiratno dan HM Saipudin.

Dua advokat itu diduga menyuap Wahyu dan Tuti senilai total Rp 30 juta terkait pengurusan perkara perdata wanprestasi yang disidangkan di PN Tangerang.

Suap tersebut dilakukan agar hakim mengubah putusan vonis sehingga memenangkan perkara yang ditangani Agus dan Saipudin. Sebab, sebelumnya Agus diberitahu Tuti bahwa rencana putusan vonis nantinya menolak gugatan. (kpc/red)