Kasus Patrialis Akbar, KPK Geledah Kantor Bea Cukai

332 views

Gedung KPK

SpiritNews.Co, Jakarta | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Pusat yang terletak‎ di Jalan Ahmad Yani, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin 6 Maret 2017.

Penggeledahan tersebut berkaitan dengan kasus dugaan suap pemulusan judicial review atau Uji Materi Undang-Undang tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang menyeret mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar.

“Siang ini, KPK lakukan penggeledahan di Kantor Bea Cukai Pusat di Rawamangun terkait penyidikan kasus indikasi suap terhadap Hakim MK, PAK (Patrialis Akbar‎),” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi.

Febri menjelaskan bahwa kegiatan penggeledahan tersebut masih berlangsung untuk mencari alat bukti tambahan terkait impor daging yang diduga berkaitan dengan penyuap Patrialis Akbar, Basuki Hariman.

Dalam kasus ini, KPK telah resmi menetapkan empat orang sebagai tersangka. Empat orang tersangka tersebut yakni mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Patrialis Akbar; Kamaludin, sebagai perantara suap; pengusaha impor daging, Basuki Hariman; dan Sekretaris Basuki Hariman, NG Fenny.

Keempat tersangka tersebut diduga telah kongkalikong untuk memuluskan judicial review atau Uji Materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Atas perbuatannya, Patrialis dan Kamaludin disangkakan melanggar Pasal 12c atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) seperti diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
Adapun kepada Basuki dan Fenny yang diduga sebagai pihak pemberi suap, KPK menjerat dengan Pasal 6 Ayat (1) Huruf a atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pemberantasan Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP. (red)