Kabag Kesra Kota Solok: Masjid Tak Hanya untuk Menjalankan Rukun Islam

53 views

 

SpiritNews.Co, Solok | Keberadaan Masjid di Kota Solok tak hanya lagi tempat untuk menjalankan rukun islam bagi umat muslim. Malahan Pengurus Masjid memberikan kemudahan bagi masyarakat berupa Baitul Maal Wat Tamwil (BMT), atau sejenis Koperasi Simpan Pinjam bagi para jamaah untuk mengembangkan usaha dan kebutuhan lainnya. Itu pun tanpa dikenakan bunga saat pengembalian peminjamannya.

“Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) adalah sejenis Koperasi Simpan Pinjam bagi para jamaah yang membutuhkan sejumlah dana yang diberlakukan saat masuk jam shalat dan begitu juga pada saat pengembaliannya,” kata Kepala Bagian Kesejatreraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Solok, Heppy Dharmawan, di ruang kerjanya, Rabu, 31 Januari 2019.

Dikatakan Heppy Dharmawan, BMT ini telah berlangsung sejak 2007-2008. Saat itu, Wali Kota Solok Zul Elfian menjabat sebagai Asisten II di lingkungan Pemko Solok dan terus berkembang disaat Pak Zul Elfian sebagai Wakil Wali Kota hinga saat ini.

“Masjid yang dahulu memberlakukan BMT itu adalah Masjid Almanar Sawah Sianik, dan Masjid Nurul Iman Tanah Garam,” ujarnya.

Heppy menjelaskan, bahwa proses peminjaman uang tersebut tergantung kebijakan masing-masing Masjid. Ada yang memberlakukan peminjaman ini bagi jamaah yang rutin melakukan shalat berjamaah atau sendiri di masjid tersebut, dengan harapan nantinya jamaah tersebut bisa langsung bisa menyicil sedikit demi sedikit uang yang dipinjamnya.

“Jumlah nominal peminjaman BMT ini beragam, ada yang dari Rp200 ribu, Rp500 ribu, hingga maksimal Rp5 juta,” ujarnya.

Heppy juga menyebutkan, tujuan utama Pemko mengadakan program BMT ini adalah untuk menjauhkan warga Solok dari sistem peminjaman uang melalui rentenir.

“Karena peminjaman uang melalui rentenir menurut agama kan hukum nya haram, karena sistem peminjaman yang memperlakukan sistem bunga yang tidak sesuai dengan syariat islam. Misalnya meminjam uang Rp200 ribu, dikembalikan Rp300 ribu,” jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, beruntunglah bagi jamaah yang meminjam uang melalui BMT ini, karena tidak dikenakan bunga pinjaman sedikitpun.

“Pengembalian uangnya juga bisa dicicil sesuai dengan akad pinjamnya, dengan nominal yang telah ditentukan saat pengembalian uang setiap harinya atau perminggunya,” ucapnya.

Jika ada para peminjam dana BMT ini yang lalai dalam proses pengembalian pinjaman BMT ini, biasanya pengurus Masjid akan mengumumkannya melalui toa disaat setelah sholat berjamaah dengan himbauan agar peminjam memenuhi kewajibannya.

“Jika himbauan ini tidak diindahkan maka akan dipasang wajah para peminjam melalui selembar kertas di mading masjid, jika melalui ini masih belum jera maka akan di iklan kan biodata beserta foto peminjam melalui media baik itu media cetak, online dan lainnya,” jelasnya.

Mantan Kabag Humas Sekretariat Daerah Pemko Solok itu menyebutkan, hingga saat ini diperkirakan ada ada sekitar 20 Masjid yang menyediakan BMT ini. Awal-awal diberlakukan BMT ini dananya dari masjid itu sendiri yang diperoleh dari para donatur masjid, karena melihat bertambahnya jumlah para peminjam BMT ini dan masjid tidak begitu sanggup meminjamkan dalam jumlah yang banyak, sejumlah Masjid mengajukan program ini ke Pemko. Kemudian Pemko melihat BMT ini sangat membantu masyarakat dan membantu perekonomian peminjamannya, hingga akhinya Pemda memberikan Rp10 juta per masjid. (EYN)