Jemaah Haji Hilang Arah, Bingung Jalan Pulang ke Pemondokan

196 views

Kompleks Masjid Nabawi.

SpiritNews.Co, Madinah | Masjid Nabawi jadi lokasi utama bagi jemaah haji untuk beribadah di Madinah. Meski kondisi belum terlampau padat, sebagian jemaah mengalami masalah.

Mereka hilang arah, bingung jalan pulang ke pemondokan. Ada juga yang kehilangan anggota keluarga.

Usai salat Subuh, Minggu, 30 Juli 2017, jemaah dari berbagai negara menyebar di kompleks masjid. Ada yang berkeliling masjid, berdoa, atau sekadar istirahat.

Jemaah asal Padang, Tenjial Syafruddin Isa (23), terlihat bingung di pintu masuk makam Nabi Muhammad. Dia tak tahu keberadaan 4 anggota keluarganya dan tak berani masuk ke makam Nabi karena khawatir tersesat. Beruntung 30 menit kemudian, anggota keluarganya datang menghampirinya.

“Terima kasih telah ditemani ya. Kami pulang dulu ke pemondokan,” tutur mahasiswa Universitas Riau (Unri) Pekanbaru Riau ini, Tim Media Center Haji (MCH).

Di sisi masjid lainnya, pria berusia lanjut dengan ikat leher warna oranye dan peci berlogo bendera Merah Putih berjalan sendirian sambil menoleh ke kanan dan kiri.

“Saudara saya belum kembali ke pemondokan,” katanya.

Pria asal Surabaya ini menceritakan saat salat Subuh, dia harus berpisah dengan saudarinya karena tempat salat untuk pria dan wanita memang terpisah. Usai salat, dia mencari saudarinya tapi tak ketemu. Kemudian ia pulang ke pemondokan dan saudarinya belum kembali.

Pria tersebut diantar ke petugas sektor khusus atau Perlindungan Jemaah (Linjam). Petugas memastikan akan membantu. Jemaah itu pun terlihat tenang.

Bripka Nasoka Sukardi Dawwam, petugas sektor khusus, sebelum menemukan jemaah asal Surabaya yang kehilangan saudarinya tersebut, mengatakan memang banyak jemaah yang hilang arah. Mereka bingung jalan pulang karena lupa masuk dari pintu nomor berapa.

Sekadar diketahui, Masjid Nabawi memiliki 40 pintu dari berbagai arah. Pintu-pintu tersebut sebetulnya ditandai dengan nomor. Tapi sebagian jemaah kemungkinan abai dengan penanda tersebut sehingga ketika keluar mereka tak tahu lewat pintu nomor berapa.

“Kalau ada jemaah sendirian tolah-toleh, itu pasti bingung pulang. Begitu pula kalau ada yang itikaf di dalam masjid terlampau lama, bisa jadi itu juga bingung. Dia nggak berani keluar dan berharap bertemu anggota rombongannya di dalam,” kata Nasoka.

Dalam kondisi itulah, petugas proaktif. Jemaah tersebut dikonfirmasi. Kalau benar jemaah lupa jalan pulang, petugas akan menunjukkan. Bahkan sampai mengantar ke pemondokan.

“Dua hari ini, satu dari kami mengantar 7 jemaah yang bingung ke pemondokan,” kata anggota Brimob Kelapa Dua Depok Jawa Barat ini.

Nasoka juga bercerita, ada jemaah yang pingsan sebelum mencapai Masjid Nabawi, Sabtu (29/7) kemarin. Jemaah pria asal Banjarnegara Jawa Tengah tersebut terkesan terlalu bersemangat beribadah. Begitu mendengar azan yang suaranya kencang, dia berjalan sendirian ke masjid yang dikiranya dekat. Ternyata lumayan jauh.

“Padahal dia sakit dan memakai alat bantu berjalan. Pas ke masjid, dia nggak pakai alat bantu. Akhirnya pingsan di tengah jalan,” urainya.

Nasoka kemudian meminjam kursi roda milik askar (petugas keamanan Arab Saudi) dan mengantar pria ke pemondokan.

“Sebaiknya tidak memaksakan diri. Kecuali anggota keluarga menemani,” imbau Nasoka.

Belajar dari hal-hal tersebut, jemaah diimbau memperhatikan pintu masuk saat beribadah di Masjid Nabawi. Juga tidak terpisah dari rombongan. Jumlah petugas sangat terbatas, tidak berimbang dengan jemaah yang jumlahnya puluhan ribu orang.

Saat ini, 2 hari pasca kedatangan jemaah haji Indonesia ke Madinah, kondisi relatif kondusif sebab baru 6 ribuan jemaah haji Indonesia yang mendarat dan menempati pemondokan. Namun dalam beberapa hari ke depan, jumlahnya kian banyak. Hari ini, 15 kelompok terbang (kloter) dijadwalkan berangkat dari Tanah Air ke Madinah. (red)