Jelang Pilpres Dan PILEG 2019, Polres Serang Gelar Simulasi Unjuk Rasa Anarkis

29 views

Serang | Ratusan orang mengamuk di Kantor KPU. Mereka menyerang dan memukuli petugas dengan menggunakan bambu dan kayu serta melempari ke arah petugas yang berjaga dengan menggunakan benda-benda tumpul. Kejadian itu terjadi dalam simulasi yang digelar oleh jajaran Polres Serang mengantisipasi huru-hara dalam Pemilu 2019 mendatang, di Mapolres Serang, Kamis (22/11/2018).

Dalam simulasi diperagakan, ratusan orang mendatangi TPS dan Kantor KPU, sambil membawa spanduk bertuliskan kekecewaannya hasil pemilu 2019. Mereka menuntut agar pelaksanaan pemilihan dilakukan ulang.

Namun, sesaat kemudian suasana nampak mulai memanas. Aksi unjuk rasa yang sebelumnya berlangsung tertib, tiba-tiba berubah mencekam, masa pengunjuk rasa mulai melempari petugas yang berjaga.

Sesaat kemudian para pendemonstaran pun mulai merangksek masuk sambil mengacung-acungkan kayu dan bambu yang mereka bawa. Melihat aksi tersebut, polisi mulai mengerahkan pasukannya yang lain dari arah belakang dengan menggunakan tameng. aksi saling pukul tidak terhindarkan saat itu.

Melihat suasana semakin tidak kondusif, polisi mulai menerjunkan pasukan lainnya, lengkap dengan kendaraan anti huru-hara dan water canon agar masa pengunjuk rasa bisa dipukul mundur. Aksi kejar-kejaran tidak terhindarkan agar konsentrasi masa terpecah dengan menggunaan kendaraan roda dua.

Meski begitu, para pendemonstran belum juga mau bubar, hingga akhirnya polisi terpaksa harus megamankan sejumlah orang yang menjadi provokasi dalam kejadian itu.

Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan, S.I.K, M.H mengatakan, kegiatan simulasi sengaja dilakukan untuk mengantisipasi segala sesuatunya yang bisa terjadi pada Pemilu 2019 yang akan datang.

Menurutnya, meski pelaksanaan tahapan Pemilu 2019 masih jauh, namun hal itu sangat penting dilakukan simulasi agar jajarannya lebih siap, khususnya dalam penggunaan alat-alat penanganan demonstrasi, termasuk dalam menentukan langkah-/angkah selanjutnya, ketika kondisi unjuk rasa mulai dirasa kian meningkat eskalasinya.

“Latihan simulasi ini sangat penting, tidak hanya mengingatkan kembali mengenai cara-cara menggunakan peralatan yang ada. Namun, lebih dari itu, agar personil di lapangan bisa lebih siap dan bisa menentukan langkah-langkah selanjutnya ketika aksi unjuk rasa mulai dirasa kian meningkat eskalasinya. Kapan masih dalam kondisi hijau, kuning dan kapan sudah mulai merah,” kata Kapolres Serang. (red/Hum/Tribrata-Polda)