Jelang Pemilu, KPK Imbau Masyarakat Cek Rekam Jejak

30 views

Jakarta | Menjelang Pemilu Umum (Pemilu) 2019 Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengimbau pemilih untuk menyusuri rekam jejak calon presiden dan wakil presiden serta calon legislatif, baik di tingkat DPR Pusat, DPR Daerah atau DPD.

“Harapan pemimpin yang jujur bisa terpilih, maka harus diteliti rekam jejaknya” ujar Agus dalam diskusi publik “Pilih yang Bersih, Cek Rekam Jejak” yang diselenggarakan di MMD Institute, Jakarta Pusat, Selasa (16/4).

Agus menjelaskan, pemilu merupakan ‘pintu gerbang’ menuju Indonesia yang lebih baik. Caranya, dengan memilih calon yang memiliki rekam jejak yang bersih, akan menghadirkan pemimpin dan wakil rakyat yang memperjuangkan kepentingan Rakyat.

Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo juga setuju. ICW bahkan telah meluncurkan sebuah situs yang memuat rekam jejak para calon legislatif petahana, yakni rekamjejak.net. Situs tersebut dibuat untuk membantu masyarakat mengetahui rekam jejak calon legislatif yang pernah menduduki posisi di DPR.

“ICW mengeluarkan rekamjejak.net sebagai panduan masyarakat untuk memilih. Di dalamnya ada isu korupsi, LHKPN, statement politik dan kebijakan,” ujar Adnan.

Adnan berharap setiap masyarakat dapat melihat rekam jejak sebelum memilih agar dapat memilih dengan cermat dan dapat memilih calon yang memiliki rekam jejak yang bersih.

Dalam diskusi itu Adnan juga menyampaikan bahwa saat ini ada salah satu masalah yang muncul dalam Pemilu 2019. Yaitu masyarakat hanya fokus dengan Pemilihan Presiden dan sedikit memiliki perhatian dengan Pemilihan Legislatif. Padahal anggota DPR juga memiliki posisi yang sama pentingnya dengan Presiden.

“Ini bisa jadi persoalan yang serius. Karena sebenarnya legislatif juga punya kekuatan yang berimbang seperti presiden. Mereka juga bisa mengambil kebijakan publik,” ujar Adnan.

Menurut data ICW, sudah ada 22 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang ditetapkan menjadi tersangka kasus tindak pidana korupsi dalam periode 2014-2019. Bahkan secara nasional, sudah 254 anggota DPR baik ditingkat nasional, provinsi, dan kabupaten yang telah ditetapkan menjadi tersangka kasus tindak pidana korupsi.

“Pemilihan Legislatif harus diperhatikan. Jadi pemilih bisa memilih siapa yang akan duduk di kursi DPR dengan melihat situs rekam jejak,” kata Adnan.

Senada dengan Agus dan Adnan, Mahfud MD juga mengimbau maasyarakat untuk mencari rekam jejak para calon kontestan dalam Pemilu 2019 sebelum memilih besok hari, 17 April 2019.

“Penting untuk melihat rekam jejak. Kalau perlu diselidiki kebenaran rekam jejaknya terdahulu,” ujar Mahfud.

Dengan meneliti rekam jejak, masyarakat bisa tahu calon mana yang pernah tersangkut kasus politik uang, dan berada dalam posisi politik dinasti. Mahfud juga menghimbau agar masyarakat yang memiiki kemudahan akses internet untuk membantu masyarakat di pelosok negeri yang tidak terpapar internet sehingga sulit untuk mendapatkan informasi mengenai rekam jejak calon legislatif di daerahnya. [Humas/KPK/red-jukisan]