Jelang Idul Adha, Harga Sembako Diperkirakan Naik

264 views

SpiritNews.Co, Cilegon | Harga kebutuhan sembilan bahan pokok (Sembako) menjelang hari raya Idul Adha diperkirakan akan mengalami peningkatan. Hal tersebut disebabkan adanya peningkatan jumlah permintaan pada sembako.

Kepala UPTD Pasar Baru Keranggot, Muhibin Hasan membenarkan bahwa harga sembako akan mengalami peningkatan. Pasalnya hal tersebut sering terjadi dibeberapa tahun sebelumnya.

“Kalau menjelang lebaran sudah biasa harga sembako naik. Ini berkaca dari tahun kemarin,” katanya saat ditemui di Kantor UPTD Pasar Baru Kranggot Cilegon, Jumat, 25 Agustus 2017.

Menurutnya, kenaikan harga sembako disebabkan oleh jumlah permintaan yang meningkat dari masyarakat yang ikut serta merayakan hari raya Idul Adha, sehingga waktu itu dijadikan momen untuk mencari nafkah.

“Kalau lebarankan hampir semua masyarakat lebih banyak memasak, baik itu daging atau pun yang lainnya. Memasak itu kan harus dengan bumbu atau bahan pokok lain untuk meningkatkan cita rasanya,” ungkapnya.

Muhibin juga menjelaskan, kenaikan harga tersebut disebabkan oleh distributor yang lebih dahulu menaikan harga. Pedagang hanya mengikuti harga pasar yang keluarkan distributor. Sehingga kenaikan itu tidak bisa dihindarkan.

“Kemarin saya ngobrol sama pedagang, mereka juga tidak bisa menaikan harga seenaknya. Harga yang mereka keluarkan ya sesuai dari distributor,” ungkapnya.

Dikatakan Muhibin, untuk saat ini harga sembako relatif stabil, hanya ada beberapa yang mengalami penurunan. Diantaranya harga cabe rawit hijau yang mengalami penurunan, yang awalnya Rp20 ribu perkilo menjadi Rp15 ribu perkilo. Namun dirinya tidak memungkiri jika harga tersebut bisa berubah di keesokan harinya.

“Harga sembako saat ini stabil malah ada yang mengalami penurunan,” pungkasnya.

Dia menjelaskan, harga sembako yang diperkirakan tidak akan melonjak jauh yaitu daging ayam. Hal itu terjadi karena permintaan daging ayam berkurang akibat tergeser oleh daging kambing atau sapi dari hasil berqurban. Sehingga dirinya meyakini daging ayam tersebut tidak akan mengalami kenaikan yang signifikan.

“Kalau daging ayam tidak berpengaruh harga pasar, tidak seperti Idul Fitri, karena masyarakat mendapatkan daging itu dari berqurban, kalau pun ada kenaikan itu tidak akan signifikan, paling cuma sekitar Rp5 ribu naiknya,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon, Ema Hermawati mengatakan, bahwa kenaikan harga sembako tersebut merupakan ulah dari oknum yang memanfaatkan momen dari hari raya Idul Adha. Tidak ada aturan yang mengharuskan adanya kenaikan menjelang hari lebaran.

“Tidak ada kenaikan harga sembako, meskipun ada yang menaikan itu ada oknum,” katanya.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut terjadi karena hukum penawaran dan permintaan. Jika permintaan meningkat, maka harga itu juga ikut naik.

“Jadi itu hal biasa dalam hukum itu, tapi tidak hukum yang menjelaskan adanya kenaikan,” ungkapnya. (Adnan)