Jaringan 1 Ton Sabu, Polisi Periksa Sopir Taksi Online

260 views

Kapolda memamerkan sabu 1 ton.

SpiritNews.Co, Jakarta | Tiga WNI diperiksa sebagai saksi terkait dengan penangkapan 4 WN Taiwan penyelundup 1 ton sabu di Pantai Anyer, Serang, Banten. Selain memeriksa Komalasari atau Mala, polisi memeriksa seorang sopir taksi online.

“Kami juga memeriksa saksi (sopir taksi) Grab. Kami akan periksa juga, apakah (sopir taksi) Grab ini tahu tersangka ini kegiatannya apa selama di Indonesia,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu, 15 Juli 2017.

Polisi juga masih memeriksa seorang saksi lain, yakni pemilik Restoran 88, yang berada di Jl Raya Anyer, Serang, Banten. Sang pemilik restoran diketahui pernah berkomunikasi dengan para tersangka.

“Itu juga masih kami dalami,” ucapnya.

Sebelumnya, Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan pemilik restoran tersebut diketahui pernah berkomunikasi dengan para tersangka. Keempat WN Taiwan itu juga diketahui pernah beberapa kali datang ke Restoran 88.

“Itu kan restoran seafood, Chinesse food begitu. Jadi mereka datang mampir ke situ untuk makan,” ucap Nico.

Tim gabungan yang dipimpin oleh Kombes Nico dan Kombes Herry Heryawan masih bekerja di lapangan untuk mengembangkan kasus tersebut. Polisi masih akan mendalami jaringan tersebut hingga pucuknya.

Seperti diketahui, empat WN Taiwan–satu di antaranya ditembak mati–disergap ketika hendak mengangkut 1 ton sabu dengan dua unit mobil Toyota Innova berwarna hitam dan gold. Barang tersebut diangkut via laut dengan menggunakan perahu bermesin hingga bibir pantai.

Jaringan ini bekerja tanpa melibatkan jaringan narkoba di Indonesia. Adapun sejumlah WNI dimanfaatkan oleh jaringan tersebut sebagai fasilitator untuk membantu mereka mencarikan tempat dan kendaraan untuk disewa selama mereka beraktivitas di Indonesia. (red)