Ini Solusi untuk Petani Jagung

480 views

SpiritNews.Co, Serang | Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mendukung kerja sama Japva dengan Vasham dalam membangun sistem terintegrasi mendukung pemenuhan kebutuhan jagung bagi industri pakan ternak.

Melalui kerja sama ini, Japva dan Vasham akan menyerap jagung petani lokal meski dengan kadar air tinggi. Vasham menjadi pihak yang akan melakukan pendampingan dengan petani serta memastikan kualitas produksi jagung sesuai dengan standar pabrik pakan.

Menurut Amran, Vasham ke depannya akan menerima jagung dengan kadar air tinggi. Sehingga dengan seperti ini petani dan pengusaha saling diuntungkan.

“Yang dilakukan Japva sudah baik. Karena membangun (corn) dryer, jadi ada processing (untuk jagung basah). Hal ini jadi solusi permanen untuk petani jagung,” ujar Amran dalam kunjungannya ke Corndryer milik Vasham di Kecamatan Katibung, Lampung Tengah, Senin 20 Februari 2017.

Kerja sama kemitraan Vasham dengan petani saat ini telah merangkul sebanyak 6.428 petani tersebar di Lampung dan Jawa Tengah. Guna menyerap hasil petani dampingan dan petani jagung lainnya, Vasham membangun corndryer dengan kapasitas 400 ton per hari dan memiliki gudang yang mampu menampung hingga 24.000 ton jagung.

“Japva dan Vasham telah berkomitmen untuk menyerap hasil jagung lokal,” ujar External Relations Director Japva, Rachmat Indrajaya.

Vasham merupakan sebuah inisiatif wirausaha sosial yang dilahirkan oleh Irvan Kolonas untuk mendampingi dan membantu petani jagung. Sejak tiga tahun lalu, Vasham mulai melakukan pendampingan petani terutama di Lampung untuk menghasilkan jagung yang bisa diserap industri.

Upaya yang dilakukan mulai dari memberikan bantuan permodalan dalam bentuk bibit, pupuk, dan biaya operasional. Tak hanya di situ, Vasham juga membantu menangani pasca panen dengan basis kelompok tani untuk pemipilan hingga siap kirim ke pabrik pakan ternak.

“Awal tahun ini kamu mulai mengoperasikan corndryer untuk mampu menyerap varian kualitas produksi petani, ujar CEO Vasham, Irvan Kolonas.

Menurutnya, hasil panen jagung pipil dari petani meskipun sudah dikeringkan seringkali masih memiliki kadar air tinggi sehingga perlu dikeringkan kembali untuk diterima pabrik pakan. Kerja sama ini diharapkan mampu membangun jembatan untuk menutup gap antara petani dan industri selama ini.

“Tuntutan industri untuk menerima jagung dengan kadar air 15 persen tidak mampu dipenuhi petani karena proses pengeringan mereka hanya mengandalkan sinar matahari,” ujarnya.

Sementara, guna mendukung program swasembada pangan, Dinas Pertanian Provinsi Banten telah menggelar gerakan tanam jagung di Desa Bulakan, Kecamatan Gunung Kencana Kabupaten Lebak. Gerakan tanam ini merupakan gerakan peningkatan luas tanam jagung di Provinsi Banten yang dilaksanakan di lahan-lahan yang sebelumnya belum pernah ditanami jagung atau sebelumnya pernah ditanami jagung yang bertujuan mempercepat pencapaian sasaran pembangunan pertanian guna pencampaian swasembada pangan nasional.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten H. Agus M. Tauchid yang ditemui pada saat kegiatan berlangsung menuturkan bahwa kegiatan ini merupakaan hasil koordinasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan jagung di Provinsi Banten, Provinsi Banten memiliki tugas dalam pengawalan produksi jagung khususnya dalam program swasembada pangan nasional.

“Program ini merupakan salah satu program unggulan yang masuk dalam target RPJMN dan RPJMD guna membantu ketersediaan pangan bagi masyarakat khususnya di Provinsi Banten,” ujarnya. (Advertorial)