Ini Kesaksian Polisi Korban Bom Kampung Melayu

322 views

SpiritNews.Co, Jakarta | Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto menjelaskan kronologis kejadian dua ledakan yang diduga bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu 24 Mei 2017 malam.

Ledakan pertama terjadi sekira pukul 21.00 WIB di depan toilet umum, berselang lima menit sesudahnya terjadi ledakan di dekat halte Transjakarta.

Menurut keterangan saksi Bripda Febrianto Sinaga, sekira pukul 21.00 WIB saksi sedang dinas pengamanan pawai obor di Terminal Kampung Melayu.

“Saksi saat itu sedang makan pecel lele di dekat ledakan pertama, saksi langsung lari bersama temannya Bripda Regi Agung. Sesampai di TKP (depan toilet umum) saksi mencium baru yang sangat menyengat dan melihat kepulan asap tebal berwarna putih,” kata Setyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis, 25 Mei 2017.

Di tempat ledakan pertama, kata Setyo, saksi melihat empat korban tergeletak yakni anggota Shabara Polda Metro Jaya atasa nama Bripda Yogi, Bripda Taufan Tsunami dan dua anggota lainnya di mana saksi tidak sempat melihat wajahnya. Namun, Febrianto kembali dikejutkan dengan ledakan yang hanya berjarak sekira 10 meter.

“Saksi berusaha mengevakuasi korban. Pada saat evakuasi itu, sekira pukul 21.05 WIB terjadi ledakan kedua yang berjarak hanya 10 meter,” sambungnya.

Akibatnya, Febrianto mengalami sakit di bagian telinga. Selanjutnya, anggota polisi itu meminta pertolongan pada pengendara sepeda motor yang melintas di lokasi.

“Saksi merasakan sakit pada telinga karena ledakan dan tekanan udara dari ledakan tersebut. Saksi pun panik dan menyelematkan diri dan menjauh dari TKP kedua dan meminta tolong kepada pengendara motor untuk diantar ke Mapolres Jaktim untuk melapor,” tandasnya. (red)