Hidayat Nur Wahid: Habib Rizieq Jujur soal SP3 Kasus Chat Mesum

21 views

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid.

SpiritNews.Co, Jakarta | Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menyebut kalau Imam Besar FPI, Habieb Rizieq Shihab tak akan berbohong perihal polisi menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus dugaan chat mesum dengan Firza Husein.

“Artinya enggak mungkin beliau ‘menyampaikan informasi yang enggak benar’. Apalagi beliau di Mekkah, beliau sampaikan diulangi sampai tiga kali bahwa menerima surat asli (SP3),” kata pria yang karib disapa HNW ini seperti dilansir dari Okezone, Sabtu, 16 Juni 2018.

Terkait penerbitan SP3 ini, sebelumnya sebuah video beredarnya di media sosial Youtube yang menampilkan tayangan Rizieq Shihab telah menerima Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus dugaan chat pornografi.

Dalam video tersebut, Rizieq juga mengaku surat SP3 itu sudah diterima dan dipegang olehnya di Arab Saudi. Menanggapi hal tersebut, Pengacara Rizieq, Sugito Atmo Pawiro tak menampik surat SP3 sudab dikirimkan kepolisian.

“Sudah, sudah (keluar SP3),” kata Sugito.

Menurutnya, bila kepolisian mengumumkan kepada publik perihal penerbitan SP3 maka akan meredakan konflik yang selama ini terjadi. Oleh karenanya, diharapkan sebuah ketegasan dari mereka untuk membenarkan kabar tersebut.

“Justru kalau itu Polisi yang mengumumkan akan segera meredekan konflik,” jelasnya.

Ketika disinggung apakah ada informasi soal kepulangan Habieb Rizieq ke Tanah Air setelah adanya SP3 itu, ia mengaku tak mengetahuinya. Hal itu dikembalikan kepada yang bersangkutan dan tim kuasa hukumnya.

“Ah itu terserah beliau,” katanya.

Sebelumnya, Wakapolri Komjen Syafruddin belum mengetahui adanya informasi soal penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus dugaan chat mesum yang menjerat Imam Besar FPI Rizieq Shihab dengan Firza Husein.

“Saya belum tahu itu bukan domain saya bukan juga domain Kapolri untuk menjawabnya. Itu ranah penyidik (SP3),” kata Syafruddin. (okz/red)