Hari Kesaktian Pancasila, Sejarah Tak Bisa Diputar Kembali..

156 views

Menko Polhukam Wiranto.

SpiritNews.Co, Jakarta | Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan, pemerintah telah berupaya memahami masalah peristiwa G30S PKI yang menimpa bangsa Indonesia. Hasilnya, diketahui jalur penyelesaian yang paling masuk akal adalah rekonsiliasi non yuridis.

Wiranto mengatakan, sejarah kelam itu tak bisa diputar kembali untuk kemudian diperbaiki.

Menurutnya, yang bisa dilakukan saat ini adalah menggunakannya sebagai cermin pembelajaran untuk menatap masa depan.

“Ternyata memang sejarah itu tidak bisa diputar balik kembali. Tidak bisa memutar arah jarum jam, sehingga sejarah hanya sejarah. Kan sejarah adalah referensi kita untuk tidak mengulangi lagi,” kata Wiranto di Monumen Pancasila Sakti, Jakarta Timur, Minggu, 1 Oktober 2017.

“Presiden sudah katakan kan? Tidak mengulangi peristiwa kelam itu sebagai pembelajaran masa kini untuk membangun masa kini dan membangun masa depan,” imbuhnya.

Menurut Wiranto, pendekatan yuridis untuk mengurai benang kusut masalah tersebut berpotensi menimbulkan keretakan elemen masyarakat. Terlebih, pihak-pihak yang dipercaya sebagai anggota keluarga korban sudah berbaur dengan masyarakat tanpa adanya diskriminasi seperti yang terjadi pada masa Orde Baru.

“Otomatis proses itu sudah berlangsung, di mana tidak ada lagi larangan-larangan yang kemarin kan, beberapa family yang terlibat dalam masalah PKI menjabat sebagai pegawai, sekarang sudah ada,” ujarnya.

Jika bangsa ini terus menerus saling menyalahkan dalam perkara sejarah ini, maka energi membangun akan habis.

“Lalu apa yang diributkan? Kalau kita selalu menyalahkan terus, energi kita habis untuk masalah ini. Maka tadi, Presiden mengatakan bahwa, sudahlah itu merupakan sejarah kelam bangsa Indonesia untuk jadi pembelajaran bangsa ini ke depan,” pungkas Wiranto. (red)