Harga BBM Naik, Mahasiswa Dorong Sepeda Motor dan Segel Kantor Pertamina

46 views

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pembela Rakyat (Amper) di Kota Banda Aceh melakukan aksi dorong sepeda motor mulai dari bundaran simpang lima pusat kota menuju kantor Pertamina. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Jokowi yang kembali menaikkan harga BBM, Rabu, 28 Maret 2018.

SpiritNews.Co, Banda Aceh | Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pembela Rakyat (Amper) di Kota Banda Aceh melakukan aksi dorong sepeda motor mulai dari bundaran simpang lima pusat kota menuju kantor Pertamina. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes mahasiswa terhadap pemerintahan Jokowi yang kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Aksi ini kami lakukan sebagai bentuk protes terhadap Presiden Jokowi yang semena-mena menaikkan harga BBM jenis pertalite,” kata Alfian Rinaldi, koordinator aksi, Rabu, 28 Maret 2018.

Menurut Alfian, kebijakan pemerintahan Jokowi yang menaikkan harga BBM jenis pertalite hingga mencapai Rp 2.000 per liter secara diam-diam itu sangat merugikan masyarakat miskin di Tanah Air. Sebab, akibat dari kenaikan harga BBM itu, semua jenis bahan pokok akan ikut mengalami kenaikan harga.

“Kami menolak kenaikan harga BBM jenis pertalite karena kalau harga BBM naik, semua jenis barang kebutuhan pokok akan ikut naik,” ujarnya seperti dilansir dari kompas.com.

Ratusan sepeda motor milik para demonstran yang sebelumnya didorong dari simpang lima kemudian diparkir di depan gerbang kantor Pertamina yang berada tak jauh dari kantor DPRA Aceh.

Selanjutnya, mahasiswa melakukan orasi dan meminta tanda tangan sebagai petisi dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh untuk menolak kebijakan pemerintahan Jokowi terhadap kenaikan harga BBM.

“Tadi kami meminta petisi dari dua perwakilan DPRA karena selama pemerintahan Jokowi harga BBM sudah sering mengalami kenaikan. Sementara BBM Jenis premium di Aceh sudah mulai hilang. Sudah jarang ada SPBU yang menyediakan premium,” sebut Rinaldi dalam orasinya.

Karena tak diizinkan petugas keamanan untuk masuk ke kantor Pertamina, para demonstran juga menggembok pintu gerbang kantor itu sebelum membubarkan aksinya.

“Kami segel pintu gerbang Pertamina karena selama ini Pertamina semena-mena terhadap konsumen, harga pertalite naik, tapi premium juga dihilangkan,” ucapnya. (kpc/red)