Dua Kampung KB di Kota Solok Dicanangkan

265 views

SpiritNews.Co, Solok | Mendengar kata Kampung, benak pasti tertuju pada suatu tempat yang dihuni sekumpulan orang dengan segala keterbatasan/ketertinggalan. Begitupun dengan Kampung KB yang merupakan sebuah istilah yang menjadi ikon populer dalam program penting BKKBN, pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Walikota Solok Zul Elfian mengatakan pembentukan Kampung KB merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI, dalam rangka menggiring program KB langsung kemasyarakat terutama yang berada diwilayah miskin, padat penduduk dan tertinggal.

Hal tersebut disampaikan Walikota Solok pada kegiatan pencangan Kampung KB tahun 2017 yang dipusatkan di RW 02, Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Rabu, 9 Agustus 2017.

Kegiatan tersebut dihadiri Tim Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Sekretariat Kabinet Puji Astuti, Direktur Bina Lini Lapangan BkkbN Pusat Teguh Santoso, Kepala BkkbN Perwakilan Sumbar Syahrudin, unsur Forkompinda Kota Solok dan Kepala OPD dilingkungan Pemko Solok.

Di Kota Solok, Kampung KB tahun 2017 dicanangkan di RW 02 Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan dan RW 03 Kelurahan Simpang Rumbio, Kecamatan Lubuk Sikarah. Walikota mengatakan program KB fokus kepada, masyarakat kurang mampu dan masyarakat yang tidak memiliki akses terhadap fasilitas kesehatan.

“Dengan Pencanangan ini diharapkan seluruh stakeholder terutama OPD yang ada agar berperan aktif dalam mencapai keberhasilan kegiatan ini dengan mengembangkan dan sosialisasi kebijakan pengendalian penduduk,” kata Zul Elfian.

Istilah Kampung KB yang menjadi pilihan pemerintah pusat, banyak diperbincangkan oleh masyarakat, mulai dari kalangan bawah hingga menengah. Lantas mengatapa Kampung KB tersebut dibentuk, hal tersebut tidak terlepas dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat ditingkat kampung. Dengan mewujudkan keluarga kecil yang berkualitas, memulai pembangunan dari pinggiran daerah, serta menggairahkan program KB.

Dalam sambutanya Kepala BkkbN Sumbar Syahrudin mengatakan, pihaknya mengajak masyarakat dan pemerintah bersama-sama mensukseskan program KB, dengan bersinergi serta berkolaborasi disemua tingkat pemangku kepentingan didaerah, terutama dalam memberikan dukungan terhadap kampung KB.

Dikatakanya pelaksanaan progam KP melibatkan seluruh mitra, stakeholder, instasi terkait dan dilaksanakan diseluruh tingkat pemerintahan kota/kabupaten. Dengan pembentukan Kampung KB maka diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, jika berjalan lancar maka program tersebut dapat melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas.

“Keluarga kecil Indonesia yang sejahtera, berkualitas, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pembangunan berwawasan kependudukan. Kampung KB dapat terwujud dengan dukungan dan komitmen dari pemerintah, serta tersedianya data kependudukan yang akurat, dan yang terpenting adalah partisipasi aktif dari kalangan masyarakat,” kata Syahrudin.

Dua tempat yang dipilih sebagai wilayah Kampung KB, merupakan kawasan yang lolos kriteria yakni, jumlah keluarga pra sejahtera/miskin, pencapaian peserta KB dibawah rata-rata, berlokasi diwilayah kumuh, serta dipinggiran perkotaan.

Program Kampung KB menyasar kepada masyarakat/keluarga yang mendapat perhatian dari kriteria tersebut, dan diharapkan program Kampung KB dapat terpat sasaran dan langsung bersentuhan serta memberikan manfaat. (Eyin)