DKC Komitmen Bangun Cilegon Melalui Diskusi Nilai-Nilai Seni dan Budaya

12 views

Spiritnews.co | CILEGON – Dewan Kesenian Cilegon (DKC) sebagai lembaga independen mitra pemerintah dalam membangun seni dan budaya terus komitmen dalam membangun Kota Cilegon melalui diskusi yang membahas tentang kesenian dan kebudayaan.

Ketua umum DKC Ahdi Zukhruf Amri, mengatakan Cilegon sebagai kota industri yang tumbuh dan berkembang dengan sangat pesat harus memiliki seni dan budaya yang memunculkan identitas masyarakat Cilegon, apalagi dengan makin berkembangnya teknologi serta masuknya berbagai kebudayaan di Kota Cilegon.

“Bicara tentang nilai-nilai kebudayaan, terlalu banyak kecerdasan yang tumbuh dalam nilai-nilai kebudayaan itu sendiri dan kita enggan menggunakannya. Cilegon tentunya mempunyai banyak identitas kebudayaan di masing-masing regional. Tetapi nilai-nilai kebudayaan itu meghilang dan punah secara perlahan. Ubrug adalah salah satu contoh kesenian teater tradisional yang sering menampilkan tentang kehidupan sehari-hari bahkan tentang sindiran sosial yang dikemas dalam sebuah pementasan  yang menghibur. Yang terjadi sekarang adalah masyarakat lebih mengagumi dan mengeksplorasi kebudayaan asing, yang notabene lebih mengajarkan tentang menjadi orang yang konsumtif dan matrealistis, sehingga secara tidak langsung melupakan nilai-nilai kebudayan kearifan lokal,  dimana banyak sekali kejeniusan yang dapat di ambil,” kata Ahdi saat ditemui disela aktifitasnya mengajar, Senin (3/6/2019).

Ahdi yang merupakan dosen di salah satu perguruan tinggi di Kota Cilegon ini juga mengatakan DKC akan terus berupaya dalam membangun identitas masyarakat Cilegon melalui kesenian dan kebudayaan, dimana dirinya beserta para pengurus DKC akan selalu menggelar kegiatan diskusi tentang seni dan budaya seperti yang telah tertuang dalam program kerja.

“Salah satunya adalah acara yang diadakan oleh Dewan Kesenian pada sabtu 23 Maret 2019 lalu, di rumah Dinas Walikota merupakan program dari komite Litbang (Penelitian dan Pengembangan) Dewan Kesenian Cilegon, yaitu Ngobrol perkare seni lan budaye neng riki (NGOPI #2) dan acara ini telah menghadirkan beberapa pakar seni dan seniman dengan bidangnya masing-masing dan diisi dengan orasi seni dan budaya serta happening arts (pertunjukan) dari beberapa Komunitas,” tuturnya.

Menurut Ahdi, acara diskusi tersebut seharusnya diminati oleh masyarakat Cilegon sebagai sarana edukasi dan berbagi pengetahuan, serta untuk menanamkan tekad bersama didalam diri mewujudkan identitas seni dan budaya masyarakat yang ada di Kota Cilegon.

“Karena di dalam acara itu masyarakat dapat menyaksikan ruh dan kekayaan Kota Cilegon itu sendiri, khususnya dalam bidang seni. Kemarin saya melihat banyak sekali potensi-potensi dalam berkesenian yang harus disaksikan oleh masyarakat. Saya beranggapan bahwa jika masyarakat Cilegon melek pada kekayaan seni di kotanya sendiri, maka saya yakin hasil karya seni yang diciptakan dari seniman-seniman Cilegon tak kalah hebat dengan karya dari seniman-seniman hebat yang ada di kota-kota besar, Jogja, misalnya. Maka jika hal itu terjadi, Cilegon akan dilirik sebagai kota dengan penuh kekayaan. Bukan sekdar dapat julukan kota baja dan kota santri, Cilegon akan dijuluki juga dengan kota seni,” pungkasnya. (Redaksi)

Ahdi Zhukruf Amri Dewan Kesenian Cilegon Diskusi Seni dan Budaya DKC Kota Cilegon Ngopi#2 Seni dan Budaya