DJBC Kanwil Banten Musnahkan Jutaan BMN Hasil Penindakan, Kerugian Negara Capai 1 Miliar Lebih

35 views
Spiritnews.co | MERAK – Direktorat Jendral Bea Cukai (DJBC) Kantor Wilayah (Kanwil) Banten musnahkan Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan di bidang cukai yang berlokasi di lapangan tempat penimbunan sementara Pelabuhan Merak Mas, Kota Cilegon, Kamis (20/12/2018).
Diketahui sebanyak 2.240.168 batang rokok, 59 batang cerutu, 37.071 gram tembakau iris, 196 botol liquid vape (rokok elektrik), 351 botol minuman mengandung etil alkohol asal lokal dan impor, 58 botol minuman beralkohol oplosan, serta 20.336 botol kosong yang diduga akan digunakan untuk produksi minuman oplosan dimusnahkan oleh DJBC Kanwil Banten.
Kepala DJBC Kanwil Banten, Mohammad Aflah Farobi mengatakan BMN hasil penindakan yang dimusnahkan tersebut yang berasal dari beberapa tempat berbeda di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) Merak dan Tangerang, kebanyakan tidak menggunakan pita cukai atau illegal.
“Modus operandinya kebanyakan ini kalau rokok produksi Jawa Tengah atau Jawa Timur yang akan dikirim ke Sumatera karena wilayah kita merupakan perlintasan. Kebanyakan ini melanggar karena tanpa menggunakan pita (cukai), terus ada juga yang menggunakan salah personalisasi dan ada juga yang pita palsu,” kata Aflah saat sesi siaran pers dengan wartawan.
Aflah menuturkan berdasarkan hasil survey pada tahun 2018 ini, pelanggaran peredaran rokok illegal yang merugikan negara sebesar 7 persen.
“Tujuan kita untuk menindak yang pertama tentunya kesehatannya tidak ada yang menjamin, yang kedua tentunya penerimaan negara tentu harus diamankan. Karena tahun ini menurut survey dari UGM (Universitas Gajah Mada), pelanggaran cukai itu sebesar 7 persen yang beredar. Kita ingin menurunkan pelanggaran cukai ini menjadi hanya 3 persen yang beredar di Indonesia,” tuturnya.
Pada acara pemusnahan BMN hasil penindakan di bidang cukai tersebut barang yang dimusnahkan diperkirakan mencapai Rp1.786.155.716, dengan potensi kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp1.133.154.692. Dari penindakan tersebut pihak Bea Cukai mengenakan sanksi Administrasi berupa denda kepada para pelanggar sebesar Rp3.498.056.520, serta melakukan penyidikan terhadap tindak pidana di bidang cukai sebanyak 5 kasus.
“Kita menindaknya 82 kali penindakan, dan yang paling akhir itu yang kita tindak adalah vape, itu roko jenis baru yang sejak Oktober tahun 2018 ini wajib dikenakan cukai. Makanya mohon bantuan rekan-rekan media juga untuk menyampaikan kepada masyarakat, bahwa perlu masyarakat juga mematuhi dan menggunakan barang yang legal (resmi),” ungkap Aflah.
Sementara itu, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan DJBC Kanwil Banten, Winarko Dian Subagyo mengatakan, dari 82 kali penindakan, jutaan BMN yang dimusnahkan dengan cara dibakar, dirusak atau dipecahkan tersebut sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan melalui Direktorat Jenderal Keuangan Negara (DJKN).
“Ini untuk barang-barang yang kita musnahkan penyelesaiannya adalah administratif, jadi kita kenakan denda, kemudian terhadap barangnya itu dijadikan milik negara. Kemudian oleh menteri keuangan dalam hal ini (melalui) DJKN ditetapkan untuk dimusnahkan, hari ini kita laksanakan dimusnahkannya,” kata Winarko.
Turut hadir dalam pemusnahan tersebut Kapolda Banten, Brigjen Pol. Tomsi Tohir dan perwakilan KPK Wilayah Banten. (Takin)