Dinsos Banten Kunjungi Rumah Bocah yang Dipasung di Cidadap

332 views

SpiritNews.Co, Serang | Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten, dan Tim Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Banten, mendatangi rumah Samsiah, warga Kampung Cidadap, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, orang tua Subeki yang mengalami gangguan kejiwaan sehingga diikat menggunakan tali tambang dan rantai selama lima tahun, Senin, 10 Juli 2017.

Turut serta dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Nurhana, dan Kabid Rehabilitas Sosial Dede, serta Tim Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Banten.

Subeki (22) harus menghabisi hari-harinya di dalam ruang belakang yang begitu kecil, Pihak Dinas Sosial Provinsi Banten dan tim Kesehatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten langsung merespon cepat agar Subeki pulih kembali dan bisa meresakan keceriaannya seperti anak muda pada umumnya.

“Kita juga sudah membentuk tim untuk warga yang mengalami gangguan kejiwaan, seperti yang dialami Subeki kita langsung meresponnya. Saat kita kunjungi juga sudah kita berikan secara media jadi saat ini tugas kita terkendala lantaran Subeki yang ingin kita rehab tidak diizinkan oleh pihak keluarganya,” ujar Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Nurhana saat melihat kondisi Subeki.

Ia melanjutkan, dari kunjungan ini untuk memberikan jalan terbaik agar Subeki sehat, dengan masalah biaya sudah ditanggung oleh pemerintah bukan biaya dari keluarga pasien tapi dari tawaran untuk menyembuhkan Subeki pihak keluarga menolak, lantaran orang tuanya ingin merawat Subeki di rumah saja dengan cara meminum obat yang diberikan dari Dinas kesehatan Provinsi Banten dan Dinas Kesehatan Kota Serang.

“Memang saat ini saya bingung, kita sudah peduli oleh masyarakat tetapi tidak ada dukungannya contohnya seperti ini. Akhirnya pihak keluarga ingin Subeki hanya meminum obat di rumah. Kita nanti memberikan pemahan ke mereka agar Subeki bisa kita bawa untuk dilakukan penyembuhan. Untuk masalah wilayah ini kan dekat oleh pemerintah jadi nantinya saya akan perintahkan kepada pekerja sosial agar Subeki bisa kita pantau terus kesehatannya. Jadi ini langkah dari kami, karena kita bawa ke rehabilitas ditolak oleh pihak keluarga. Padahal pemerintah sangat peduli kepada masyarakat yang mengalami seperti ini,” katanya.

Sedangkan Samsiah ibunda Subeki mengaku, belum bisa jauh dari anak ke 10 yaitu Subeki yang saat ini dipasung dengan menggunakan rante dan tali rapia.

Dirinya juga meminta agar Subeki dirawat di rumahnya dengan cara diberikan obat dan tenaga media saja tidak ingin dibawa ke tempat rehabilitas lantaran takut.

“Sudah tiga bulan ini sudah enggak dikasih obat karena kalau dikasih obat anak saya ini bilangnya lemes. Saya ingin anak saya ini sembuh, tapi mau gimana lagi saya tidak ingin anak saya jauh dari saya. Jadi saya dan pamannya ingin merawat dia (Subeki) di rumah aja yang dibantu oleh pemerintah,” ungkapnya. (dewi)