Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Banten Wujudkan Banten Terang, Ini Buktinya

73 views

SpiritNews.co | Salah satu indikator yang memperlihatkan seberapa banyak masyarakat yang telah terlayani oleh energi listrik adalah rasio elektrifikasi (RE). Rasio elektrifikasi suatu wilayah adalah perbandingan antara jumlah rumah tangga berlistrik di wilayah tersebut terhadap jumlah total rumah tangga, dalam satuan persen, atau dengan kata lain, RE menggambarkan persentase rumah tangga yang telah berlistrik.

RE Banten dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Akhir tahun 2017 lalu, RE Banten telah mencapai 95,64% dan menyisakan 4,36% atau sebanyak 132.762 rumah tangga yang belum berlistrik. Walaupun RE Banten terbilang sudah cukup tinggi, namun sayangnya belum merata di semua wilayah Banten. Diantara jumlah rumah tangga yang belum berlistrik tersebut, 97% berada di Lebak, Pandeglang, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang.

Untuk mengejar pencapaian elektrifikasi 100% tersebut, berbagai usaha dilakukan, baik oleh pemerintah daerah, pusat maupun PLN. Beberapa infrastruktur ketenagalistrikan sedang dilaksanakan, diantaranya pembangunan jalur transmisi untuk memperkuat pasokan listrik di wilayah selatan, serta penambahan gardu dan jalur distribusi hingga menjangkau wilayah kampung-kampung yang belum terakses listrik.

Selain pembangunan infrastruktur, kegiatan memberikan bantuan listrik gratis bagi masyarakat yang tidak mampu juga turut mempercepat peningkatan rasio elektrifikasi. Provinsi Banten melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, yang dahulu bernama Dinas Pertambangan dan Energi, telah secara konsisten dan terus menerus melakukan program listrik perdesaan sejak tahun 2003. Kegiatan listrik perdesaan (disingkat lisdes) adalah program pemberian bantuan instalasi listrik sekaligus dengan sambungan ke PLN secara cuma-cuma kepada rumah tangga sasaran (RTS) yang tidak mampu baik di perdesaan maupun di perkotaan. Hingga tahun 2017, total rumah tangga yang telah diberikan bantuan berjumlah 223.788 rumah tangga yang berada di 1.189 desa/kelurahan se-Provinsi Banten, dan untuk tahun 2018 ini, dilakukan kegiatan lisdes untuk 9.900 rumah tangga. Percepatan peningkatan rasio elektrifikasi ini juga terbantu melalui program Sinergi BUMN yang dilaksanakan oleh PLN bersama BUMN lainnya dengan memberikan bantuan listrik gratis bagi masyarakat, terutama yang berada di wilayah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal).

Data jumlah total rumah tangga dan desa/kelurahan yang mendapatkan bantuan lisdes Provinsi Banten tahun 2003-2017.

Pelaksanaan lisdes sendiri dimulai dari tahap verifikasi data yang dilakukan satu tahun sebelum pelaksanaan. Data yang berasal dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) disurvey dan dilakukan pembuktian bahwa yang bersangkutan layak untuk diberikan bantuan lisdes. Hasil verifikasi tersebut menjadi dasar untuk menganggarkan pelaksanaan lisdes, berapa banyak rumah tangga yang akan dibantu. Pada tahun pelaksanaan, lisdes diawali dengan sosialisasi kepada para penerima bantuan beserta aparat desa yang menjelaskan tentang aturan bansos, seluk beluk lisdes serta apa saja yang akan diberikan dalam lisdes, terutama ditekankan pula agar tidak ada pungli yang mengatasnamakan kegiatan lisdes. Tahap terakhir adalah pemasangan instalasi listrik dan penyambungan ke PLN dengan daya 450 watt. [Dewi/Red]

 

Kegiatan survey dan verifikasi data calon penerima bantuan lisdes:

Kegiatan sosialisasi yang diberikan kepada aparat desa dan masyarakat penerima lisdes menjelaskan tentang aturan bansos, apa saja yang akan diterima oleh  penerima bantuan serta menekankan bahwa tidak boleh ada pungli.

[Dewi]