Diduga Ada Penyelewengan, PHL Bangun Kapal Perintis Tidak Sesuai Spesifikasi

40 views

Spiritnews.co | Nasional – PT. Pahala Harapan Lestari (PHL) baru saja menyelesaikan pembuatan dua Kapal Perintis Sabuk Nusantara 96 dan Sabuk Nusantara 110 milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

Namun dalam pelaksanaan pembuatan kapal tersebut diduga ada penyalahgunaan yang dilakukan pihak PT. Pahala Harapan Lestari selaku perusahaan pembuat kapal yang berlokasi di daerah kawasan industri Pangkal Pinang, Bangka-Belitung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam pembuatan kapal perintis tersebut banyak terjadi penyelewengan anggaran oleh PT. PHL terutama pengurangan spesifikasi bahan material kapal yang tidak sesuai dengan addendum kontrak pembangunan unit kapal perintis milik Kemenhub RI.

Salah seorang mantan pegawai PT. PHL yang enggan disebutkan namanya, mengatakan kepada spiritnews.co bahwa penyelewengan atas spesifikasi material kapal jelas dilakukan, bukan hanya pada material seperti l-bow dan cat kapal, tetapi material dinding kapal pun dipasang dengan spesifikasi yang tidak sesuai.

“Banyak penyelewengan dalam pembuatan kapal perintis Sabuk Nusantara yang telah dikerjakan oleh PHL, padahal spesifikasi yang telah diberikan oleh Kemenhub selaku pemberi pekerjaan sudah sesuai dengan standar kelayakan kapal untuk berlayar, tapi ini hampir semua diganti (tidak sesuai spesifikasi), seperti l-bow, cat kapal, bahkan yang sangat fatal, plat (dinding) kapal yang seharusnya memakai plat class diganti dan dipasang plat non class,” tutur mantan kepala gudang PT. PHL ini saat ditemui spiritnews.co.

Ia menjelaskan, penyelewengan atas material pembuatan kapal perintis tersebut sudah lama hendak dilaporkan kepada pihak berwenang atas adanya dugaan penyalahgunaan anggaran negara, namun dirinya sempat mendapatkan interpensi dari berbagai pihak untuk tidak melakukan tindakan tersebut.

“Semua data penyelewengan material kapal yang diganti tidak sesuai spesifikasinya ada di saya, karena dulu saya juga yang mengurusi masalah material yang akan dibuat menjadi kapal. Yang membuat saya khawatir adalah kelayakan saat kapal mulai beroperasi, mungkin yang seharusnya kapal tersebut bisa beroperasi 20 tahun, karena diganti materialnya pasti hanya kuat 10 tahun,” jelasnya.

Ia juga menuturkan, adanya “main mata” antara pihak PT. PHL selaku pembuat kapal perintis dengan pihak Badan Klarifikasi Indonesia (BKI) selaku pemberi sertifikat kelayakan kapal untuk beroperasi di laut.

Menurutnya, kapal perintis tersebut seharusnya tidak layak beroperasi karena tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan dalam adendum kontrak pembangunan unit kapal perintis yang ditandatangani oleh Yudhonur Setyaji Paridjo selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) atas nama Satker Peningkatan Keselamatan Lalu Lintas Angkatan Laut Pusat dan Direktur Utama PT. Pahala Harapan Lestari.

“Kalau di cek secara benar dan teliti, kapal perintis tersebut seharusnya tidak layak beroperasi. Saya menduga adanya main mata antara PHL dengan BKI, karena beberapa kali pihak BKI datang tapi tidak pernah lama, kan engga mungkin cek spesifikasi kapal sebesar itu cuma satu atau dua jam saja,” tuturnya.

Dengan tidak sesuainya spesifikasi dari pembuatan kapal perintis tersebut, ia mengatakan akan melaporkan hal tersebut kepada pihak berwenang, karena bukan hanya dua kapal perintis Sabuk Nusantara 96 yang telah beropersi di Manokwari dan Sabuk Nusantara 110 yang telah beroperasi di Aceh saja yang dibuat PT. PHL, ia mengungkapkan ada beberapa kapal lagi yang dibuat oleh PT. PHL.

“Saya akan laporkan secepatnya kepada pihak berwenang, karena bukan hanya dua kapal milik pemerintah saja yang sudah dibuat oleh PHL, tapi ada beberapa kapal lagi. Semua data yang saya pegang ini akan saya laporkan dan serahkan kepada pihak yang berwenang agar dapat ditindak, saya siap menjadi saksi,” tegasnya.

Sementara itu, pihak manajemen PT. PHL yang dikonfirmasi spiritnews.co melalu telepon genggamnya berkilah dengan adanya dugaan penyelewengan spesifikasi kapal perintis tersebut. PHL mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan cek terhadap kelayakan kapal dan sudah mendapatkan sertifikat dari BKI untuk kapal tersebut beroperasi.

“Kami sudah mendapatkan sertifikatnya, silahkan di cek di BKI. Tidak ada spesifikasi yang kami kurangi dari kapal,” pungkasnya. (Redaksi)

Kapal Perintis Pahala Harapan Lestari Pengurangan Spesifikasi Penyelewengan PT PHL Sabuk Nusantara 110 Sabuk Nusantara 96