Detik Mencekam dan Rentetan Tembakan di Tangsel

232 views

SpiritNews.Co, Jakarta | Wajah Yani pucat. Warga Kampung Curug, Kelurahan Babakan, Setu, Tangerang Selatan, Banten, itu seolah tidak ingin melepas putranya yang bernama Bagas dari dekapannya.

Rabu (21/12/2016), sambil terbata-bata, Yani menceritakan detik-detik penggrebekan rumah terduga teroris yang persis berada di samping kontraknya selama beberapa tahun terakhir.

“Saya lagi masak, tiba-tiba ada tembakan keras,” katanya.

Pagi-pagi sekali di empat hari jelang hari raya natal, sejumlah pria yang menenteng senjata api menyuruhnya keluar dari kamar. Yani pun langsung berlari keluar rumah.

Namun Yani kemudian ingat, ia belum mematikan kompor. Masih di tengah baku tembak, Yani berusaha masuk ke kontrakannya.

“Mau apa lagi, Bu?” ucap Yani menirukan pertanyaan polisi kepadanya. “Saya belum matikan kompor, Pak,” jawabnya.

Polisi tersebut tak mengizinkannya kembali ke rumah dan berjanji akan mematikan kompor milik Yani. Perempuan itu lantas menjauh dan mengungsi ke rumah tetangganya.

Yani mengaku takut setengah mati. Seluruh tubuhnya gemetar. “Baru ini saya dengar tembak-tembakan,” ujarnya.

Saat warga berkerumun karena penasaran melihat lokasi penggerebekan, Yani masih memilih bersembunyi. “Saya takut disorot televisi,” tuturnya.

Hingga siang, Yani belum bisa pulang. Bagas hanya memakai kolor tanpa baju. Perutnya belum terisi karena masakannya belum matang saat penggerebekan terjadi.

Suasana mencekam juga digambarkan Agus Susanto, warga yang tinggal sekitar 200 meter dari lokasi penggerebekan.

Agus mengaku sedang tidur saat mendengar mobil ngebut di samping rumahnya. Sesaat kemudian, terdengar rentetan tembakan.

Selama beberapa saat, pistol menyalak. “Terakhir saya dengar tiga tembakan, terus sepi,” katanya.

Sejumlah petugas kemudian meminta warga untuk tetap berada di dalam rumah.

Saat itu ia menduga ada teroris di kampungnya. Setelah keluar, ia baru tahu bahwa orang yang ditembak adalah penghuni baru di lingkungan kontrakannya.

Tetangga para terduga teroris, Bokir bin Milan, menyebut orang-orang baru itu baru sepekan tinggal di Curug.

“Setahu saya ada lima orang, satu di antaranya perempuan,” kata Bokir yang tempat tinggalnya berada di samping lokasi baku tembak.

Bokir tidak curiga pada orang-orang itu meski mereka jarang keluar rumah dan berinteraksi dengan warga. Ia baru mengetahui ada penggrebekan teroris di rumah itu saat ia beranjak pulang.

“Jalan sudah ditutup, saya enggak bisa lewat,” katanya.

Kontrakan yang disewa para terduga teroris dimiliki Agus Suhartono. Sejumlah barang bukti disita polisi dari rumah tersebut, di antaranya bom ransel, bom dan pistol revolver.

Polri menduga bom itu akan diledakan beberapa hari jelang perayaan natal dan tahun baru di pos polisi Serpong.

Kelompok itu, kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian, berhubungan dengan jaringan pelaku teror Bekasi. Mereka juga dihubungkan dengan anak buah pelaku Bom Bali dan simpatisan ISIS Aman Abdurrahman. (red)