Debit Air 2.40 Meter, Bendung Pamarayan Berstatus Siaga

399 views

SpiritNews.Co, Serang | Bendungan Pamarayan di Desa Panyabrangan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, sempat berstatus siaga. Akibatnya 6 pintu tanggul dibuka dengan ketinggian 2.40 meter untuk mengurangi debit air di bendungan tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pasca dilakukannya pembukaan pada pintu bendungan, pintu tanggul sebelah kiri menjadi berkurang debit airnya. Bahkan aliran sungai sekitarnya terlihat dangkal akibat air langsung keluar ke anak-anak sungai. Tampak warga sedang sibuk menangkapi ikan di lokasi sungai yang dilalui air tersebut. Para petugas serta Polsek setempat pun tampak sudah berjaga di Bendungan Pamarayan.

Mantri Bendungan Pamarayan, Nendhi Zulpandi mengatakan, puncak debit air berlangsung sekitar 2 jam pada pukul 05.00-07.00 pagi tadi. Selama dua jam tersebut debit air sudah mencapai 1.059 meter kubik/detik. Berdasarkan kisaran antara 1000-1300 bendungan berada pada status siaga.

“Sekarang ada penurunan debit, sampai pukul 11.00 menjadi 983 meter kubik/detik,” kata Nendhi saat ditemui di lokasi, Selasa (17/1/2017).

Nendhi mengatakan, peningkatan debit air tersebut akibat adanya kiriman dari hulu sungai. Sebab sejak dari Senin sore di hulu sungai terus diguyur hujan lebat yang akhirnya menimbulkan debit air yang bertambah.

“Statusnya waktu pagi (setelah dibuka) itu siap dari 740-1000 meter kubik/detik,” katanya.

Karena tingginya debit air, pihaknya lalu membuka 6 pintu pengendali banjir dengan ketinggian 2.40 meter saat puncak debit terjadi. Dampak dari dibukanya pintu tersebut pada bagian hilir bendungan terkena imbas, terutama rumah warga yang terletak dibantaran sungai mulai terendam.

“Tapi untuk dataran tingginya masih aman. Kalau untuk desa itu dari kecamatan Cikeusal itu ada 4 Desa yakni Khatulisan, Panosogan, Fosing dan Gandayasa, serta Kecamatan Kragilan untuk sebelah kirinya. Untuk yang kanan, itu ada desa Cijeruk di Kecamatan Kibin, kalau untuk yang lainnya masih aman,” tuturnya.

Pihaknya pun memprediksi debit air akan terus meningkat selama musim penghujan ini. Lantaran bendungan terus mendapatkan kiriman air dari anak-anak sungainya. Oleh karenanya ia mengimbau kepada seluruh masyarakat yang mungkin terdampak agar selalu waspada dan antisipasi evakuasi. “Belum bisa tidur lelap lah pokoknya selama musim hujan,” katanya.

Sementara itu, Penjaga Bendungan Pamarayan, Dedi mengatakan, debit air di Bendungan Pamarayan tidak bisa menjadi satu-satunya patokan terjadi banjir. Sebab, harus memperhitungkan 5 anak sungai yang belum terdeteksi juga. Sungai-sungai tersebut yakni Cisangu, Ciasem, Cibongol, Cijangul dan CIjeruk.

“Belum lagi suplesinya. Kalau banjir itu yang terdampak biasanya Kecamatan Cikeusal, Pamarayan, Kibin, Cikande dan Kragilan,” ujarnya.

Anggota Tagana Kabupaten Serang, Muhamad Najili mengatakan, saat siang hari memang kondisi air sudah mulai menurun, dan penurunannya lumayan signifikan. Untuk relawan, pihaknya mengatakan selalu waspada, bahkan telah disiapkan disemua titik terdampak banjir para relawan tersebut.

“Kalau untuk relawan selalu waspada, karena ketika air dihilir itu surut, ke wilayah aliran yang kragilan, tambak dan lainnya akan meningkat,” tuturnya.

Akibat bukaan tersebut, beberapa rumah sempat terendam banjir. Wilayah tersebut yakni, 6 rumah d Kampung Kramat Jaya, RT/RW 12/3, 11 rumah di Kampung Sindang Lebak, Desa Nagara serta sebagian di Kampung Gintung RT/RW 17/1, Desa Wirana. “Beberapa wilayah untuk Kibin itu sudah terkena dampak kurang lebih sekitar 50 cm di rumah warga,” katanya.

Najili yang juga sebagai coordinator Posko di Bendungan Pamarayan mengatakan, pihaknya akan berada di bendungan sampai tanggal 30 Januari. Fungsinya adalah untuk mengurangi risiko bencana dalam segala hal.

“Di lokasi yang terdampak bencana sudah menyebar tagana ada 3-5 orang disana. Termasuk di Kibin,” ujarnya. (red)