Buruh Ancam Blokir Akses Jalan ke Pelabuhan Merak

231 views

SpiritNews.Co, Serang | Sebanyak 30 ribu massa buruh di Banten akan turun ke jalan. Mereka mengancam akan memblokir akses jalan ke Pelabuhan Merak bila tuntutannya tak diikuti oleh Pemprov Banten.

Buruh yang tergabung dalam Aliansi Banten Darurat Upah (ABDU) menuntut revisi penetapan UMK sesuai dengan rekomendasi Bupati atau Wali Kota di tiap wilayah. Rekomendasi tersebut yaitu, Tangerang Selatan naik sebesar 11,6 persen , Kota Tangerang sebesar 11,6 persen, Kabupaten Tangerang sebesar 11,6 persen, Cilegon sebesar 20 persen, Kota Serang sebesar 17 persen, dan Kabupaten Serang sebesar 11,6 persen.

“Kami para buruh yang tergabung dalam Aliansi Banten Darurat Upah telah bersepakat akan melakukan unjuk rasa besar-besaran. Kita menunggu keputusan pada tanggal 13 Desember. Seandainya tidak ada keputusan, maka kami akan melakukan pemblokiran akses jalan Tol Pelabuhan Merak pada tanggal 15 Desember 2016,’’ kata Galih Wawan, Presidium ABDU kepada wartawan di salah satu Rumah Makan di Kabupaten Serang, Banten, Minggu (11/12/2016).

Koswara, Presidium ABDU lainnya mengatakan, UMK yang sudah ditetapkan tidak sesuai dan cacat secara hukum. Sebab, penetapan upah tersebut masih mengacu pada PP 78 dan tidak mengikuti rekomendasi yang diberikan oleh Wali Kota dan Bupati di delapan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.

“Para buruh memberikan tenggang waktu hingga tanggal 13 Desember 2016. Jika tidak mendapat respon, maka dipastikan tanggal 15 Desember kita akan melakukan aksi tersebut dan menggugat pemerintah Provinsi ke PTUN,” kata dia.

Buruh dari Aliansi Banten Darurat Upah telah bersepakat akan melakukan aksi unjuk rasa dengan memblokir akses jalan ke Pelabuhan Merak-Bakawuni pada 15 Desember, jika permintaan revisi UMK tersebut tidak mendapat respon dari pihak Pemerintah Provinsi Banten. (red)