Bupati Serang Minta ASN Millenial Berinovasi

33 views

SpiritNews.Co, Serang | Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menegaskan agar Aparatur Negeri Sipil (ASN) Kabupaten Serang melakukan inovasi dan terobosan baru saat bekerja.

Hal itu diungkapkan setelah menghadiri pelantikan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di Halaman Pendopo Kabupaten Serang, Selasa, 17 April 2018.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, Sekertaris Daerah Agus Erwana, dan Beberapa Kepala OPD Kabupaten Serang.

Tatu menjelaskan, saat ini pegawai ASN dominasi oleh Generasi Millenial memiliki potensi yang kuat untuk menjadikan Pemkab Serang lebih maju. Sehingga, Pemkab Serang akan menyesuaikan generasi tersebut dengan menampung aspirasi dan menjadi wadah yang sesuai.

“Karakter mereka (Generasi Millenial – Red) berbeda dengan generasi kita saat ini. Oleh karena itu, kita berikan ruang yang luas agar bisa melakukan inovasi disini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Pemkab Serang juga memberikan peluang kepada generasi millennial untuk menuangkan ide kreatif, inovasi, dan terobosan di masing-masing bidangnya.

“Generasi tersebut lebih aktif dibanding seniornya dan kita yang harus mengikuti alur mereka agar inovasi dalam pikirannya bisa dieksplore dan terapkan,” imbuhnya.

Masih kata Tatu, Pemkab Serang juga akan melakukan pembinaan pada generasi tersebut dengan memberikan pemahaman ASN merupakan pelayan masyarakat dan menjadi tugas yang mulia.

“Mereka mudah sekali berpindah tempat. Solusinya, kita berikan pemahaman bahwa pemerintahan merupakan tempat yang sesuai untuk mereka mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II Korpri Provinsi Banten, Soleh Hidayat mengatakan, ASN yang didominasi oleh generasi Millenial memberikan efek positif dalam pemerintah. Karena memiliki inovasi, kreatif, dan menguasai Ilmu Tekhnologi (IT) menjadi modal untuk membangun Daerah.

“Serang berpeluang untuk menjadi Kota yang maju dengan cara melakukan pembinaan kepada Generasi Millenilal dan menjadi bagian di sistem Smart IT,” katanya.

Selain itu, proses komunikasi terbuka dan feedback perlu dilakukan kepada Generasi tersebut yang memiliki kecendrungan mudah bosan dalam satu tempat. Sehingga, proses rotasi dan mutasi merupakan solusi menghilangkan kejenuhan untuk generasi millennial.

“Mereka dibutuhkan pada era ini yag selurunhnya serba menggunakan cyber sistem dan digitalisasi. Agar menjalankan birokrasi tersebut maka bisa dimanfaat generasi tersebut untuk masuk dalam sistem Smart IT,” tutur Soleh yang juga sebagai Rektor Untirta. (dewi)