BNPB RI Bersama Polri dan TNI Berikan Sosialisasi Serta Edukasi Bencana Tsunami

51 views

Spiritnews.co | Pandeglang – Pasca Tsunami Selat Sunda yang menimpa wilayah Banten dan Lampung, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI dan Polri turut berpartisipasi memberikan sosialisasi dan edukasi Bencana Tsunami kepada masyarakat yang ada di wilayah hukum Pandeglang, bertempat di Shalter Tsunami Labuan Kec. Labuan Kabupaten Pandeglang, Rabu, (02/01/2019) sekira pukul 14.00 Wib.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Pebaikan Darurat BNPB RI Ir. Medi Herlianto, CES, MM, Bupati Pandeglang Hj. Irna Narulita , SE., MM, Dandim 0601 Pandeglang Letkol Inf Fitriana Nurheru, SE, Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono, SH., M.Si., Asisten Daerah I Kab Pandeglang Agus Priadi. M, Asda III Kab. Pandeglang Drs. Undang Suhendar, M.Pd, Kadis DPMPD Kab Pandeglang Drs. Taufik Hidayat, M.Pd, Kapolsek Labuan Kompol Supandriyatna, Kepala Desa dan Sekdes se-Kecamatan Labuan, Kepala Desa dan Sekdes se-Kecamatan Carita, Kepala Desa dan Sekdes se-Kecamatan Sukaresmi dan Kepala Desa dan Sekdes se-Kecamatan Panimbang.

Dalam sambutannya, Bupati Pandeglang Hj. Irna Narulita, SE., MM mengatakan bahwa bencana tsunami yang menimpa wilayah Kab Pandeglang adalah suatu Musibah yang sangat besar sehingga mengakibatkan kerugian Materi dan banyaknya korban Jiwa baik warga masyarakat Pandeglang maupun para tamu wisatawan yang sedang berlibur di wilayah kab pandeglang.

Banyaknya korban disebabkan karena tidak adanya peringatan akan terjadi Tsunami dari alarm tsunami di Teluk Labuan dan Sidamukti Kec. Sukaresmi namun di Kec. Sumur sehingga perlu dilakukan perbaikan sarana peringatan Bencana Tsunami agar bila adanya potensi tsunami masyarakat segera mengetahui sehingga lebih cepat melakukan evakuasi.

“Untuk Wilayah Kab Pandeglang yang berada di lokasi Rawan Bencana khususnya yang berada di sepanjang Pesisir selat Sunda dengan adanya Gunung Anak krakatau yang berpotensi mengakibatkan terjadinya Tsunami apabila terjadi erupsi dihimbau kepada para kepala desa untuk menyampaikan kepada warga masyarakat selalu waspada dalam menghadapi bencana,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono, SH., M.Si menyampaikan untuk tetap menjalin kerjasama yang lebih aktif dan saling mendukung, bahu membahu dan bersinergi seluruh unsur dan element agar pemulihan akibat bencana bisa lebih cepat dalam pelaksanaanya.

“Pembangunan Kantor Polsek Carita yang juga terdampak bencana Tsunami akan segera diperbaiki supaya bisa tetap melayani masyarakat terlebih saat ini masyarakat Kec Carita sangat membutuhkan Pelayanan pihak Kepolisian untuk tetap menjaga stabilitas keamanan di wilayah yang terdampak bencana tsunami,” imbuh Kapolres.

Dengan adanya dukung kekuatan besar dari Pemerintah, maka masyarakat harus segera bangkit dari musibah yang sedang menimpa wilayah Kab Pandeglang, manfaatkan potensi-potensi yang ada untuk membangun dan membantu masyarakat yang terdampat bencana Tsunami.

Para Kepala desa juga diharapkan menyampaikan kepada warga masyarakat agar selalu waspada terhadap adanya Bencana dan memberikan sosialisasi tentang sumber informasi terkait bencana alam jangan cepat percaya terhadap berita palsu / Hoax.

Lanjut Kapolres, Apabila terjadi permasalahan terkait Bantuan Bencana maupun permasalahan lainnya, para kepala desa supaya bisa menjadi sarana penghubung dan memberikan penjelasan agar tidak terjadi prasangka Negatif di lingkungan Masyarakat yang terdampak Bencana Tsunami.

“Terkait Distribusi logistik sudah dilaksanakan dengan baik, kepada masyarakat yang belum mendapat distribusi bantuan dimungkinkan karena faktor lokasi yang tidak diketahui oleh para pemberi bantuan maupun petugas pendistribusi Bantuan,” jelas Kapolres Pandeglang.

Selanjutnya, Dandim 0601 Pdg yang juga Komandan Posko Penanggulangan Bencana Tsunami Letkol Inf Fitriana Nurheru, SE menjelaskan bahwa masa tanggap darurat tgl 05 Januari 2019 selesai, maka seluruh pasukan dan sarana pendukung kegiatan tanggap darurat akan di tarik dari lokasi bencana. Para kepala desa agar memanfaatkan unsur Muspika dan para Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas untuk menjadi sarana menyampaikan warga masyarakat.

Dipastikan perekonomian di wilayah yang terdampak bencana tsunami akan segera dipulihkan dengan dibantu oleh Pemerintah daerah maupun Pusat, jelas Letkol Inf Fitriana Nurheru mengakhiri. (Jukisan/Dewi)