Biaya Medis Korban Bom Kampung Melayu Ditanggung Negara

260 views

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menyatakan biaya medis seluruh korban sipil bom Kampung Melayu akan ditanggung oleh negara.

SpiritNews.Co, Jakarta | Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto menyatakan negara akan menanggung seluruh biaya medis para warga sipil yang menjadi korban aksi teror bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, semalam.

“Kalau anggota Polri sudah ada aturannya. Kalau warga sipil, negara yang akan menyelesaikan biayanya,” ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 25 Mei 2017.

Berdasarkan data yang dikutip Setyo, lima warga sipil yang menjadi korban serangan itu adalah Agung (sopir Kopaja), Damai S (sopir), Tasdik (karyawab Bank Mandiri), Susi Afitriani (mahasiswi), dan Jihan (siswi). Mereka mengalami luka beragam, mulai dari memar hingga robek pada bagian tubuh.

Sementara itu, korban yang berasal dari unsur Kepolisian berjumlah sembilan orang, di mana tiga di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Ketiga personel meninggal dunia adalah Bripda Taufan Tsunami, Bripda Ridho Setiawan, dan Bripda Imam Gilang Adinata. Ketiganya merupakan personel Unit 1 Pleton 4 Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya.

Setyo mengatakan, para korban luka saat ini masih dirawat di sejumlah sakit, seperti RS Budhi Asih, RS Sukamto, RS Hermina, RS Premier Jatinegara.

Sementara korban meninggal telah dipulangkan ke kampung halamannya untuk dimakamkan.

Selain itu, Setyo juga menyampaikan, tiga personel Kepolisian yang meninggal dunia menerima kenaikan pangkat luar biasa anumerta atau setingkat lebih ringgi sebagaimana Keputusan Kapolri Nomor 531/V/2017.

“Kapolri telah memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada seluruh korban anggota Polri yang telah gugur dalam menjalankan tugas negara,” ujarnya. (red)