Belajar Matematika, Siswa Dilatih Terampil di Kehidupan Sehari-hari

292 views

Siswa sedang membuat miniatur madrasah.

SpiritNews.Co, Tangerang | Jika dulu siswa belajar matematika hanya melulu soal rumus berhitung, kini siswa belajar matematika dengan mengaplikasikannya langsung pada kehidupan sehari-harinya. Demikian pernyataan Ade Husnul Mawadah, spesialis pelatihan guru USAID PRIORITAS Banten yang menilai perubahan dan kemajuan sekolah saat melakukan monitoring.

“USAID PRIORITAS sudah melaksanakan hingga modul tiga untuk pembelajaran kontekstual di tingkat SMP-MTs dan kemudian produk-produk siswa pembelajaran matematika lebih pada pemecahan masalah sehari-hari, misalnya membuat miniatur madrasah,” jelas Ade, Rabu (18/1/2017).

Adalah Akidin, Guru Matematika MTsN 2 Tangerang, mengajak siswa kelas IX membuat miniatur madrasah dengan menerapkan konsep kesebangunan dalam pemecahan masalah. Siswa dibentuk dalam 4 kelompok yang berjumlah 8-9 siswa. Kemudian setiap kelompok mendapat lembar kerja yang berisi panduan dalam membuat miniatur gedung MTsN 2 Tangerang, serta alat meteran untuk mengukur.

Ade menambahkan saat guru memberikan tugas proyek membuat miniatur madrasah secara berkelompok, pada saat itu pembelajaran menjadi aktif, kreatif dan menyenangkan. “Pembelajaran demikian sesuai tujuannya dapat berlangsung secara efektif dan kontekstual,” katanya.

Dalam proses pengukuran siswa berbagi wilayah, ada yang mengukur bagian gedung, lapangan, halaman depan, dan luas seluruh sekolah. Semua siswa tampak asyik menikmati mengukur. Setelah selesai mengukur, setiap kelompok menyampaikan data hasil pengukurannya, dan setiap kelompok saling melengkapi.

Pada pertemuan selanjutnya, Akidin memberikan penugasan kepada siswa untuk membuat gambar miniatur madrasah.

”Setelah kalian mendapatkan ukuran madrasah, sekarang setiap siswa akan menerapkan konsep kesebangunan dengan menggambar miniatur madrasah. Kita akan menggunakan skala 1 berbanding 100,” kata Akidin lagi.

Setelah gambar miniatur madrasah selesai dibuat, siswa mulai berbagi tugas membuat miniatur madrasah. Ada yang mengukur kertas, ada yang menggunting, dan ada yang menempelkannya pada triplek yang sudah dilapisi karpet.

“Dengan pembelajaran ini, para siswa mempraktikkan konsep kesebangunan, perbandingan senilai, pengukuran, dan bangun ruang sisi datar,” kata Akidin.

Setelah selesai membuat miniatur madrasah, setiap kelompok secara bergantian mempresentasikannya di depan kelas. Salah satu hasil karya siswa tersebut dipajangkan pada pada showcase nasional program USAID PRIORITAS yang diselenggarakan di gedung A, Kemendikbud tahun lalu. Banyak pengunjung yang memberikan pujian setelah melihat hasil karya tersebut. (ana/red)