Banten Luncurkan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat

57 views

SpiritNews.Co, Serang | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten melaunching Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di Pendopo Gubernur Banten KP3B, Curug, Kota Serang, Jumat, 23 Maret 2018.

Kepala Dinas DP3AKKB Provinsi Banten, Siti Ma’ani Nina menjelaskan, PATMB merupakan sebuah gerakan dari jaringan atau kelompok warga pada tingkat masyarakat yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak.

“Ini adalah respon cepat terkait dengan pencegahan kekerasan terhadap anak. Kita bantu dorong Kabupaten/Kota Layak Anak, menuju Provinsi Banten yang Layak Anak,” katanya.

Menurutnya, melalui PATBM ini persoalan kekerasan terhadap anak bisa dihilangkan serta berkurangnya faktor-faktor penyebab permasalahan dan resiko-resiko kekerasan terhadap anak yang telah atau mungkin terjadi, baik pada anak, keluarga, dan masyarakat.

“Maka sasaran dari kegiatan ini adalah anak, orang tua, keluarga, dan masyarakat yang ada di wilayah PATBM dilaksanakan,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Banten, Wahidin Halim menegaskan, saat ini, banyak terjadi kasus kejahatan terhadap anak. Untuk itu, Ia berharap agar orangtua, khususnya para ibu, agar sepenuhnya mencurahkan perhatiannya kepada anak.

“Anak itu tergantung kepada pendidikan keluarga. Kalau emak-nya kerja, bapaknya kerja, kadang-kadang emak-nya selfie terus, anak lari- kemana-mana, jangan harap jadi sesuatu. Gara-gara banyak selfie, anaknya nyebur ke kali. Jangan banyak selfie, perhatikan anak,” pintanya.

Menurutnya, perhatian serta kasih sayang sangat penting bagi anak. Bukan hanya untuk menjaganya dari tindakan kejahatan dan hal-hal buruk, namun juga untuk tumbuh kembang serta masa depan anak tersebut.

“Coba, bangun hubungan komunikasi. Paling penting hubungan keluarga. Penuhi kasih sayangnya. Kenapa tidak kita yang didik, kenapa tidak kita berikan kasih sayang. Emak-nya kerja, diserahkan ke asisten rumah tangga. Kita tidak tahu dikasih apa anak kita. Kita tidak tahu susu yang kita beli benar-benar diberikan kepada anak kita atau tidak,” ucapnya

Wahudin menejelaskan, PATBM merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada anak yang ada di Banten.

“Saya sudah bilang ke Bu Nina, Kepala Dinas DP3AKKB Provinsi Banten, untuk terus membuat program perlindungan anak, tapi harus yang konkret,” pungkasnya. (dewi/red)