Arak Bako Berbalut Tangis, “Longsor Antarkan Ibuku ke Alam Baka”

233 views

SpiritNews.Co, Solok | Isak tangis mengiringi proses pencarian korban hilang akibat bencana alam longsor di Jorong Pakarohan, Nagari Sibarambang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar).

Apalagi sang anak Eni (21) yang berderai air mata seakan tidak percaya atas bencana yang mendatangi keluarga mereka yang sedang melaksanakan proses adat arak bako. Dia berharap sang Ibu untuk segera ditemukan. Suasana penuh dengan kesedihan tersebut membuat petugas gabungan serta masyarakat setempat semakin bergerak cepat melakukan pencarian korban.

Menangis hanya itu yang dapat dilakukan. Entah apa yang ada dibenak Eni. Seharusnya pada hari itu keluarga besar mereka sedang bahagia melaksanakan proses adat arak bako, namun kebahagian itu harus berbalut tangis. Wntahlah terkadang alam memang tidak dapat diprediksi, kapan dan dimana terjadi, hingga mengantarkan Ibu Eni, Ocan yang berusia 45 tahun ke alam baka.

Masyarakat dan petugas gabungan dari Polres Solok Kota, Kodim 0309, Basarnas Sumbar, BPBD Kabupaten Solok dan sejumlah relawan terus melakukan pencarian, luberan tanah longsor yang bercampur batu dan pohon, cukup menyulitkan proses pencarian.

Sementara pihak keluarga korban menanti berharap sang ibu segera ditemukan, seraya mencari pemakaman keluarga yang ikut tertimbun longsor, sembari menyiapkan tempat peristirahatan terakhir untuk Ocan.

Kepada awak media, Eni menceritakan, Ibunya diundang untuk mengikuti proses adat Arak Bako, sang ibu juga telah selesai dengan segala persiapan bunga dari sirih dan nasi kunyit. Ibu dari enam orang anak itu merupakan tulang punggung keluarga yang tangguh.

Ocan yang keseharianya bertani, sekitar dua minggu yang lalu baru pulang berobat di RSUD Solok, untuk mengobati penyakit gondok yang dideritanya. Sejak saat itu Eni tidak lagi bertemu sang Ibu, hingga pada hari Sabtu, ketika akan melaksanakan proses adat Arak Bako. Namun sebelum itu, firasat telah dirasakan oleh Eni. Tiga hari sebelum kejadian longsor tersebut, Eni kerap susah tidur, entah apa penyebabnya, Eni selalu terjaga pada malam hari.

Pada hari Minggu, 9 Desember 2017, tanah longsor terjadi, sekitar pukul 10 malam, longsor terjadi selama 10 menit, tidak terlalu parah dan masih jauh dari rumah. Kemudian seluruh keluarga berdiam di rumah, pada pukul 11 malam terjadi longsor kedua cukup parah, hingga ke halaman rumah.

Seluruh keluarga panik, sementara Ocan berteriak-teriak memanggil-manggil anak-anaknya. Selang beberapa menit kemudian terjadi longsor ketiga yang sangat parah menghantam, hingga merusak kedua rumah semi permanen mereka.

Seluruh keluarga berusaha menyelamatkan diri, berhamburan keluar rumah, rombongan keluarga lari ke arah barat. Namun ocan malah lari ke arah selatan. Suara teriakan Ocan tidak lagi terdengar, dan tidak ditemukan jejaknya, tanah longsor dan lumpur menutup rumah mereka hingga lebih dari 1 meter. Sejumlah keluarga mengalami patah tulang, langsung dibawa masyarakat ke rumah sakit, sementara Ocan tidak kunjung ditemukan.

Pada hari Senin, 11 Desember 2017, dilakukan pencarian mulai dari pukul 07:00 pagi. Sebelumnya telah dilakukan pencarian oleh masyarakat, namun tidak ditemukan. Dikerahkan sebanyak 40 orang personil dari Polres Solok Kota yang dikomandoi Kabag Ops Kompol Bresman Simanjuntak, turut dibantu Basarnas Sumbar, Kodim 0309, BPBD Kabupaten Solok, dan sejumlah relawan peduli bencana lainnya, serta masyarakat Sibarambang. Petugas melakukan upaya pembersihan material timbunan setinggi satu meter yang menimpa rumah korban saat terjadi longsor.

Eni yang sedang meratap, mendengar teriakan salah seorang relawan, sembari menunjuk ke arah kain sarung warna ungu yang muncul dipermukan longsoran yang sedang digali. Pihak keluarga langsung mengatakan itu adalah kain sarung Ocan. Seluruh petugas kemudian fokus menggali di lokasi ditemukan kain sarung tersebut. Selang beberapa menit kemudian Ocan ditemukan pada pukul 15:51 Wib.

Korban ditemukan oleh tim gabungan dalam keadaan sudah tidak bernyawa dengan posisi terhimpit daun pintu rumah korban. Jenazah korban diangkat dari lokasi kejadian. Tim terpadu langsung melakukan evakuasi terhadap jenazah korban, dan diantarkan ke rumah saudara korban dengan berjalan kaki, yang berjarak sekitar 1 Km dari lokasi. Pihak Kepolisian menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga, dan akan dikuburkan pada hari itu juga.

Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan melalui Kabag Ops Kompol Bresman Simanjuntak mengatakan, bencana longsor tersebut mengakibatkan kerusakan pada 6 titik dan memutus akses jalan menuju Pakarohan, sebanyak 10 unit rumah dalam keadaan rusak berat dan 20 unit rumah rusak ringan.

”Tanah longsor di Sibarambang ini telah menelan korban satu orang meninggal, satu orang patah gigi dan satu orang patah tulang, dan luka-luka ringan lainya. Pada sore hari ditemukan korban hilang, dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga,” katanya. (EYN)