Antisipasi Budaya Tawuran, Tinjau Kembali Pelajaran Moral dan Akhlak

111 views

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Solok, Irman Yefri Adang.

SpiritNews.Co, Solok | Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Solok, Irman Yefri Adang, menanggapi budaya tawuran yang mulai menyerang generasi muda Kota Solok, sebagai dampak dari kemajuan teknologi, yang membawa pengaruh kurang baik, seperti medsos dan lainnya.

Hal tersebut menurutnya karena kurangnya filter (penyaring-red) yang dimiliki muda-mudi Kota Solok dalam pergaulanya sehari-hari.

Itu dari dampak pengaruh kurang baik dari kemajuan teknologi, meskipun kita butuh teknologi karena dapat memberikan dampak positif. Namun harus diimbangi dengan filter, terutama bagi generasi muda, sehingga baik dalam menyerap informasi-informasi baik dari medsos dan yang lainnya,” kata Irman, Rabu, 1 November 2017.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, sejumlah ABG yang rata-rata seukuran anak-anak Sekolah Dasar (SD), nyaris terlibat tawuran. Beruntung langsung diamankan pihak Kepolisian sehingga aksi tawuran tidak terjadi.

Menurut Irman, hal tersebut harus disikapi dengan konkrit oleh sejumlah pihak.

“Apresiasi kepada pihak kepolisian yang telah cepat bertindak dan mencegah aksi tawuran yang nyaris terjadi itu. Kejadian tersebut tentunya menjadi persoalan kita bersama, sebagai orang tua saya juga kwatir dengan pergaulan muda-mudi Kota Solok. Selain itu, persoalan ini harus disikapi terutama kerjasama antara guru, orang tua, komite dan pemko harus,” kata Irman.

Seperti diketahui pula di Kota Solok banyak sekali program-program yang berguna untuk membentengi generasi muda kota solok, seperti malam bina dan takwa (mabit), magrib mengaji, dan sebagainya. Namun, generasi muda Kota Solok kini semakin tidak tentu arah, sementara program-program tersebut cukup bagus dan cenderung seremonial.

“Itulah, yang harus kita pikirkan bersama, kemudian harus dicek kembali, kurikulum pendidikan, apakah ada pelajaran tentang moral dan akhlak? Kemudian kemampuan kita semua juga diperlukan dalam memproteksi diri dari pengaruh yang kurang baik, dan cara kita memproteksi diri itu harus diajarkan pula kepada anak-anak kita, seperti pelajaran moral dan akhlak. Namun disisi lain banyak sekali program-program yang telah diluncurkan untuk membentengi generasi muda, kemudian dimana letak kesalahanya? Padahal programnya bagus-bagus. Mungkin kita semua perlu balik kesurau kayaknya,” kata Irman. (EYN)