Anggota Paskibra Tanjung Alai Jadi Korban Begal

289 views

SpiritNews.Co, Solok | Keberhasilan menjadi anggota pasukan pengibar bendera (Paskibra), pada upacara HUT RI ke 72 di Nagari Tanjung Alai, Rini Kaifa Putri (17) berniat merayakannya, Namun naas Rini malah jadi korban begal.

Pelajar kelas XI SMK N 1 Singkarak, yang merupakan warga Jorong Balai, Nagari Tanjung Alai, Kecamatan X Koto Singkarak, Kamis, 17 Agustus 2017, sedang merayakan momen kesuksesan sebagai anggota Paskibra dengan pergi ke Nagari Sulit Air.

Dalam perjalanan mereka dihampiri begal, terpaksa sepeda motor jenis Honda Supra X 125 dengan Nopol BA 3513 PR dibawa kabur oleh para pelaku begal, belum lagi motor tersebut merupakan pinjaman dari temanya.

Kejadian bermula pada pukul 14:30, Rini bersama 7 orang temanya yang juga anggota paskib Tanjung Alai, berangkat ke Nagari Sulit Air. Semula Rini memakai sepada motor miliknya, namun ketika pulang berganti motor dengan teman satu sekolahnya, Ahadiyati (16), warga Jorong Bawah Jambu, Tanjung Alai.

Usai asik berselfie bersama teman-temanya, di Nagari Sulit Air, Rini berangkat duluan sendirian, teman-temanya yang lain masih tinggal di Nagari Sulit Air. Ditengah perjalanan, Rini berpapasan dengan sepeda motor yang dikendarai 2 orang. Hujan yang cukup lebat, terpaksa membuat Rini harus berteduh disebuah pondok di Jorong Kubang, Nagari Tanjung Alai.

Ketika sedang berteduh melintas pelaku yang berpapasan dengan Rini tadi, tidak ada kecuriagaan di hati korban. Melihat korban hanya sendiri, pelaku balik mendatangi korban. Seketika, pelaku yang duduk dibelakang langsung turun dan memalak korban untuk segera menyerahkan motornya.

Korban mencoba mengelak, seraya pelaku pun mengeluarkan pistol dan menodongongkanya ke arah korban. Korban langsung shock, kunci motor yang dipegang korban langsung terjatuh, dan dirampas pelaku, para pelaku kemudian kabur dengan membawa sepeda motor hasil rampasanya ke arah Sulit Air.

Teman korban, Ahadiyati yang berboncengan dengan temanya Rivaldo, yang tidak jauh dibelakang, juga sempat berpapasan dengan pelaku yang kabur tadi, mengendarai sepeda motor miliknya. Namun, Ahadiyati ragu, dan terus melanjukan perjalanan pulang ke Tanjung Alai. Ketika sampai dilokasi kejadian, Ahadiyati melihat Rini sedang menangis dan shock saat itu. Rini menceritakan langsung kejadian yang dialaminya.

Melihat hal itu, Rivaldo teman korban, mencoba mengejar para pelaku yang kabur ke arah Sulit Air. Tak ingin kehilangan jejak, ketika sampai di Sulit Air, Rivaldo melapor dan menceritakan kejadian tersebut kepada warga yang sedang ramai merayakan HUT RI. Mendapat informasi tersebut, warga yang juga sempat melihat para pelaku melintas di daerah itu, warga langsung melakukan pengejaran ke arah Nagari Bukit Kandung, Kecamatan X Koto Diatas dengan sekitar 20 motor, namun jejak para pelaku telah hilang.

Rini dan teman-temanya kemudian mengadu ke Mapolsek Singkarak, dan menceritakan kejadian tersebut kepada petugas. Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan melalui Kapolsek X Koto Singkarak Iptu Agustiarman, mengatakan mendapat informasi tersebut berserta ciri-ciri pelaku, petugas langsung bergerak memburu pelaku.

“Kami tengah melakukan pengejaran, para pelaku diduga melarikan diri ke arah ombilin,” katanya. (EYN)