2.760 Rumah Rusak Akibat Gempa di Banten

63 views

Dua anak kecil sedang bermain di reruntuhan bangunan sebuah rumah yang hancur setelah guncangan gempa berkekuatan 6,1 Magnitudo yang berpusat di Lebak, Banten, terasa sampai ke Kampung Citalahab, Desa Malasari, Kecamatan Naggung, Kabupaten Bogor, Rabu, 24 Januari 2018.

SpiritNews.Co, Serang | Gempa bumi bermagnitudo 6,1, yang terjadi di barat daya Kabupaten Lebak, Banten, Selasa, 23 Januari 2018, mempunyai dampak kerusakan yang besar.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jumat, 26 Januari 2018, menyatakan sebanyak 2.760 rumah rusak akibat gempa tersebut.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, jumlah rumah yang rusak itu datanya masih mungkin bertambah.

Hal ini mengingat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih terus melakukan pendataan.

“Pendataan masih dilakukan oleh BPBD. Data masih terus dilakukan verifikasi oleh BPBD hingga data by name by address. Diperkirakan jumlah kerusakan rumah bertambah,” kata Sutopo, seperti dilansir kompas.com, Jumat, 26 Januari 2018.

Sebanyak 2.760 unit rumah rusak itu rinciannya 291 rumah rusak berat (RB), 575 rusak sedang (RS), dan 1.894 rusak ringan (RR).

Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Lebak adalah daerah yang paling banyak terdapat kerusakan bangunan rumah karena posisinya berdekatan dengan pusat gempa.

Selain itu juga terdapat kerusakan bangunan lainnya meliputi 7 unit fasilitas peribadatan, 2 unit fasilitas kesehatan, 17 unit fasilitas pendidikan, 6 unit kantor atau gedung pemerintahan, dan 63 unit fasilitas umum. BNPB menaksir kerugian mencapai ratusan miliar rupiah.

Selain menimbulkan kerusakan materi, gempa ini juga menyebabkan 1 orang tewas. Korban bernama Nana Karyana (40), meninggal karena serangan jantung, yang mana saat gempa korban sedang memperbaiki atap genteng rumah.

“Korban kaget dan jatuh kemudian pingsan dan akhirnya meninggal dunia,” ujar Sutopo.

Sementara 11 orang luka-luka di mana 7 orang luka berat dan 4 luka ringan akibat kejadian ini.

BNPB menyatakan terus memberikan bantuan terhadap korban gempa. Kepala BNPB Willem Rampangilei telah menyerahkan bantuan logistik senilai Rp 302,9 juta kepada BPBD Lebak. (kpc/red)