14 Tahun Menderita Lumpuh, Pria Ini Tinggal di Gubuk Kumuh

152 views

SpiritNews.Co, Serang | Asmir (39), warga asal Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten, sudah hampir 14 tahun menderita lumpuh. Dirinya tidak lagi bisa bebas bergerak seperti layaknya orang seusianya untuk bisa menjalankan aktivitasnya sehari-hari.

Ironisnya lagi, tubuh ringkih Asmir kini hanya bisa berdiam diri saja di dalam gubuk kecil yang kasat mata sungguh sangat tidak layak dan tampak kumuh.

Ia hanya bisa duduk atau tertidur di gubuk berbilik bambu yang lebih tepatnya berada persis di belakang rumah orang tuanya. Saat musim hujan, air pun menembus atap gubuknya yang seluruhnya memang bocor.

Umiyati (66), ibu Asmir mengatakan, bahwa anaknya mengalami lumpuh sekitar tahun 2004. Kala itu Asmir masih bekerja di salah satu pabrik yang berada di Jawilan.

Suatu saat, Umiyati melihat anaknya sedang berjalan tertatih-tatih. Kaki anaknya tampak pincang saat berjalan. Bahkan keesokan harinya, Asmir tiba-tiba tidak sanggup lagi untuk berjalan.

Keluarga sudah berupaya untuk berusaha mengobati Asmir dengan berobat ke rumah sakit di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Pengobatan alternatif pun juga sudah dilakukan, namun tetap kondisi Asmir tak kunjung membaik.

“Berobat ke Rangkas, di dukun sudah. Saya ingin anak saya sembuh,” kata Umiyati kepada awak media saat diremui di Jawilan, Senin, 8 Januari 2018.

Semula Asmir masih tinggal serumah dengan anggota keluarga lainnya. Pada tahun 2008, saat dapur rumah Umiyati roboh, Asmir pun terpaksa dipindahkan ke gubuk yang berada di belakang rumah. Asmir tinggal seorang diri di gubuk rombeng tersebut.

Saat ini, kondisi fisik Asmir berpengaruh pada psikologinya. Terkadang Asmir menjadi pendiam, sering murung sendiri namun juga menjadi sangat pemarah apabila permintaannya tidak dipenuhi.

Keluarga pun terpaksa menempatkan Asmir di gubuk. Mereka sudah tidak sanggup sehingga memindahkan Asmir. Selain karena kondisinya yang semakin pemarah, keluarga pun bingung mau menempatkannya kemana. Tawaran agar masuk ke dalam rumah selalu ditolak. Asmir sudah semakin sulit untuk diobati. Umiyati kini hanya mampu memberi makan Asmir. Ia juga sudah tidak sanggup memberikan pengobatan.

Asmir sudah terdaftar sebagai salah satu penerima Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun, karena terbentur ongkos, keluarga tidak sanggup membawanya ke rumah sakit.

“Meskipun dibawa tidak bakalan mau, kalau dibawa dia juga pasti langsung ngamuk,” tutur Umiyati. (Anas)

Penderita Lumpuh