1001 Narapidana di Lapas Cipinang Dapat Remisi, Over Kapasitas Belum Teratasi

19 views

Kondisi Lapas Cipinang, Jakarta Timur, tampak sepi pada Rabu, 21 Juni 2017.

SpiritNews.Co, Jakarta | Kepala Seksi Bagian Registrasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kriminal Kelas I Cipinang Prayoga Yulanda mengatakan, remisi yang diberikan saat Hari Raya Idul Fitri 1439 H dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) belum mampu mengurangi kelebihan penghuni atau over kapasitas di Lapas Kelas I Cipinang. Pada momen Lebaran kali ini, 1001 narapidana di Lapas Kriminal Kelas I Cipinang mendapat remisi.

Jumlah tersebut tersebut terbagi dalam remisi khusus I sejumlah 987 narapidana dan remisi II ada 14 narapidana.

“Kalau dilihat dari jumlah (revisi) untuk mengurangi kapasitas yang ada, masih belum, karena ada beberapa narapidana yang mendapatkan revisi masih menjalankan hukuman penjara,” kata Prayoga seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat, 15 Juni 2018.

“Mereka hanya dikurangi besaran remisi yang mereka dapat, jadi belum bisa mengurangi (over kapasitas) tapi mungkin nanti tahun berikutnya,” kata Prayoga.

Prayoga menuturkan, remisi yang diberikan kepada warga binaan untuk mengurangi pidana pokok. Meski demikian, ucap dia, pemberian remisi tersebut telah mengarah ke pengurangan beban kapasitas atau over kapasitas.

“Pengurangan pidana mereka tidak mengurangi over kapasitas, tapi pada Lebaran ini ada yang bebas langsung misalnya ada 10, 20 orang mungkin sedikit mengurangi (over kapasitas),” ucapnya.

Selain itu, Prayoga memprediksi ke depannya, apabila warga binaan mendapatkan revisi umum langsung bebas maka bisa mempengaruhi over kapasitas di lapas Kelas I Cipinang.

“Revisi umum ini diberikan saat memperingati hari kemerdekaan, ini semua warga binaan mendapatkan hak tetapi dilihat dari aturan yang berlaku karena mereka masih terikat aturan,” tuturnya.

Prayoga mengatakan, pemberian remisi diberikan kepada para narapidana yang telah berkelakuan baik.

“Dengan syarat perlakuan baik, mengikuti program-program pembinaan kepribadian dan kemandirian,” kata dia.

Cerminan Lapas di Indonesia Secara terpisah, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kriminal Kelas I Cipinang Slamet Prihantara mengakui, kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kriminal Kelas I Cipinang, Jakarta Timur telah melebihi kapasitas.

“(Lapas) Cipinang kita sudah 400 over kapasitas karena jumlah hunian kita sekarang ini yang 3.548 (narapidana), sementara kapasitas kami hanya 884 (narapidana),” ujar pria yang akrab disapa Toro.

Toro mengklaim Lapas Cipinang yang berada di Ibukota Jakarta merupakan cerminan dari seluruh lapas di Indonesia.

“Ini lapas yang letaknya di Ibukota negara artinya bahwa Lapas Cipinang harus bisa menjadi penyangga seluruh lapas yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Penghuni lapas Cipinang, sebut Toro, terdiri dari beragam perkara kriminal. Dari mulai perkara umum sampai perkara khusus ada di Lapas Cipinang khususnya Kelas I.

Lebih lanjut saat ditanya bagaimana langkah yang dilakukan untuk membuat narapidana tetap nyaman dengan kondisi over kapasitas tersebut, Toro menjawab telah berupaya semaksimal mungkin.

“Yang jelas bagaimana kita melakukan pendekatan, bagaiamana kita melakukan human relationship bagaimana kita bisa mengayomi mereka ibarat sebuah keluarga mungkin kalau anaknya dua punya kamar satu tidak masalah, tapi ketika punya kamar empat tapi anaknya 20 macam mana ngaturnya,” tutur Toro.

“Ketika anak tersebut dibimbing, dibina, diayomi oleh orang tuanya dan bisa membuat mereka berpikir secara jernih bisa berpikir secara logika Alhamdulillah seperti yang kita rasakan,” sambungnya. (kpc/red)