Warga Kota Solok Sambut Kedatangan Presiden Jokowi

62 views

 

 

SpiritNews.Co, Solok | Warga Kota Solok antusias menyambut kedatangan orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis, 8 Februari 2018.

Meskipun tidak ada agenda Jokowi di Kota Solok, warga tetap rela berdesak-desakan di tengah teriknya matahari. Warga pun menyemut di sekitar Pasar Raya Solok dan Masjid Agung Al-Muhsinin, dengan harapan dapat bersalaman dan bertemu dengan Presiden.

Wali Kota Solok Zul Elfian menyambut kedatangan Jokowi di Masjid kebanggan masyarakat Kota Solok. Sementara Wakil Wali Kota Solok menyambut di depan Pasar Raya Solok.

Jokowi setelah membagikan Kartu KIP dan PKH serta bagi-bagi sepeda di GOR Batupang, Kabupaten Solok, yang merupakan agenda pada hari itu. Langsung, menuju Kota Solok, dan menyapa masyarakat di depan Pasar Raya Solok kemudian melanjutkan untuk melaksanakan Shalat di Masjid Agung Al-Muhsinin.

Wali Kota Solok, Zul Elfian mengatakan, ini sebuah kejutan bagi masyarakat Kota Solok, yang mendapat kunjungan Presiden Jokowi, di tengah kesibukan melaksanakan tugas dan agenda kenegaraan.

Dikatakan Zul Elfian, hal tersebut merupakan bukti bahwa pemimpin dapat melayani masyarakat di tengah kesibukan, baik untuk bersalaman, berfoto dan membagikan sembako di Pasar Raya Solok.

“Bapak Presiden kita ini merupakan sosok, figur yang dirindukan masyarakat. Ini merupakan sebuah motivasi kita bersama, melihat Presiden menyambut masyarakat yang telah menanti, Presiden terjun langsung ke lapangan. Ini contoh yang baik,” kata Zul Elfian.

Zul Elfian berharap, kedatangan Presiden dapat memberikan perubahan di Kota Solok.

Usai mengunjungi Pasar Raya Solok dan membagikan sejumlah sembako kepada warga, rombongan Presiden langsung menuju Masjid Agung Al-Muhsinin untuk melaksanakan Shalat Zuhur.

Presiden menyampaikan terimakasih atas sambutan hangat masyarakat.

“Saya senang, atas sambutan hangat masyarakat, atas kedatangan kami ini, semoga keakraban kita selalu terjalin,” kata Jokowi.

Presiden dengan tegas, juga menekankan kepada masyarakat untuk memelihara persatuan, jangan terpecah belah karena perbedaan suku, agama, atau yang lainnya.

Karena seluruh masyarakat Indonesia memiliki cita-cita yang sama yakni mewujudkan situasi negara yang aman dan tentram. (eyn)