Wako Solok Kecewa dengan Kinerja Sejumlah Kepala OPD

16 views

SpiritNews.Co, Solok | Wali Kota (Wako) Solok kecewa terhadap sejumlah kepala OPD. Hal tersebut lantaran tidak terlihatnya keseriusan dalam bekerja.

Bahkan, Wako merasa perjanjian kinerja yang ditandatangani setiap tahun oleh seluruh Kepala OPD hanya dianggap seremonial belaka. Mental para kepala OPD di Kota Solok ini terlihat dari tidak adanya bukti kemajuan dari kinerja yang diamanahkan.

“Saya kecewa, saya ingin keseriusan, bahkan perjanjian kinerja ini seolah-olah hanya dianggap seremonial saja, kalau begitu tidak perlulah ada perjanjian kinerja antara Wali Kota dan kepala OPD, sibuk saja dengan rutinitas yang itu-itu saja. Perjanjian kinerja ini berfungsi untuk meningkatkan kinerja yang inovatif sehingga tidak sibuk dengan rutinitas, dengan kinerja yang meningkat maka kita akan berkembang, masyarakat kita juga ikut berkembang. Saya ingin bukti dan itu harus terlihat dari keseriusan dan hasil akhir yang sesuai dengan yang diharapkan,” kata Zul Elfian.

Hal itu ditegaskan Wali Kota pada saat penandatanganan perjanjian kinerja tahun 2018, dengan Kepala OPD, di Lobby lantai 2, Balai Kota Solok, Senin, 12 Maret 2018, yang turut didampingi oleh Wakil Wali Kota (Wawako) Solok Reinier, Sekretaris Daerah (Sekda) Rusdianto.

Dijelaskan Zul Elfian, perjanjian merupakan komitmen bersama, termasuk Wali Kota, setiap perjanjian kinerja pasti akan ditanyakan pertanggung jawabannya. Meskipun hasil evaluasi kinerja telah mendapat nilai B (baik), tapi tidak berhenti disitu. Ada banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi oleh Pemko Solok, mengingat kebutuhan masyarakat kini semakin tinggi baik dalam bidang pendidikan, kesehatan dan lainya.

Meskipun mendapat predikat B pada LHE AKIP dari Kemenpan – RB. Jangan terlena dan puas dengan hal tersebut, namun harus diperlihatkan dengan peningkatan, tidak hanya stagnan pada situasi yang yang telah tercapai.

Wali Kota ingin pencapaian nilai tersebut juga berbanding lurus dengan peningkatan pelayanan kepada masyarakat, dibarengi dengan peningkatan kinerja seluruh OPD.

Zul Elfian menegaskan kepada Sekretaris Daerah untuk mengawal dan meninjau seluruh kinerja yang telah ditandatangani.

Sementara Sekda mengatakan, sudah seharusnya seluruh Kepala OPD berpegang teguh pada program yang telah dirancang dan disepakati bersama. Namun, kekecewaan Wali Kota terhadap oknum-oknum OPD yang acuh pada program kerja dengan hanya menandatangani tanpa memantau di lapangan.

“Ini merupakan sebuah tamparan kepada seluruh jajaran di setiap OPD, yang sudah seharusnya untuk malu dan mulai membenahi program kinerja dengan maksimal, jadikan segalanya pembelajaran agar tidak terulang lagi hal-hal yang merugikan pemerintah dan daerah,” kata Sekdako Solok Rusdianto.

Rusdianto memastikan pihaknya akan melakukan pengawalan ekstra lebih, kepada seluruh kepala dan jajaran OPD, khususnya terhadap OPD yang memiliki catatan kurang dalam menunjukan kinerjanya.

Secara keseluruhan OPD diminta untuk bekerja profesional dan menunjukan peningkatan. Menjadikan setiap OPD untuk menghasilkan realisasi nyata, dengan prinsip memegang teguh perjanjian kinerja dengan penuh rasa tanggung jawab, yang telah diamanahkan.

“Kita semua memegang amanah termasuk saya sendiri. Sementara Walikota dengan tegas telah menunjukan kekecewaannya, hal tersebut tentunya menjadi motivasi sekaligus cambuk bagi kita semua di lingkungan Pemko Solok. Hal tersebut merupakan sinyal untuk bekerja lebih keras lagi mengingat memang masih banyak persoalan yang belum terselesaikan,” kata Rusdianto.

Sementara Wawako Reinier menghimbau kepada seluruh OPD untuk kembali proaktif, dengan seluruh program pemerintah yang telah bergulir, jangan hanya semangat diawal, namun kelanjutannya tidak tentu arah.

Dijelaskanya, Walikota dan Wawako ingin orang-orang biasa yang sederhana dan semangat, namun menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

“Mari kita menjadi orang biasa dengan kemampuan luar biasa, jangan menjadi orang luar biasa yang tidak bisa apa-apa. Masih banyak ketertinggalan Kota Solok dari daerah lain, ini yang perlu kita kejar, kita harus lebih cekatan, dan terukur dalam peningkatan,” kata Reinier. (eyn)