Usai Rayakan Nyepi, Warga Bali Padati Pantai

27 views

Warga memadati Pantai Kuta, Bali.

SpiritNews.Co, Denpasar | Setelah perayaan Hari Raya Nyepi dan Hari Saraswati, warga Bali hari ini berbondong-bondong ke pantai di dekat tempat tinggalnya, untuk melakukan mulukat atau pembersihan diri.

Mereka memadati pantai menjalankan tradisi banyu pinaruh dan ngembak geni.

Seperti terlihat di Pantai Kuta, Badung, Minggu, 18 Maret 2018.

Sejak pagi tadi, warga datang ke pantai untuk melaksanakan ritual pasca-Hari Raya Nyepi dan Saraswati. Saraswati diyakini umat Hindu sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan.

Seorang warga Denpasar, Ketut Ayu Oktaviani mengatakan, umat Hindu di Bali hari ini datang ke pantai-pantai untuk melaksanakan melukat.

“Di mana namanya itu disebut banyu pinaruh untuk selesai Hari Saraswati dan ngembak geni pasca-merayakan Nyepi,” katanya saat ditemui awak media di Pantai Kuta.

Banyu pinaruh artinya air ilmu pengetahuan, biasanya warga melaksanakan ritual tersebut pada pagi.

“Kami ke sini membawa sesaji juga. Selain sesaji untuk banyu pinaruh, kami juga membawa sesaji untuk ngembak geni,” ujar Ketut seperti dilansir dari Okezone, Senin, 19 Maret 2018.

Saat ritual banyu pinaruh, setiap orang yang datang diharuskan mandi keramas untuk membersihkan diri.

Sementara itu ngembak geni artinya bebas menyalakan api. Saat perayaan Nyepi, umat Hindu dilarang menyalakan api, sehingga setelah itu ada ritual ngembak geni.

“Perayaan Nyepi kali ini spesial bagi kami. Karena bersamaan dengan perayaan Hari Sarswati, hal ini jarang terjadi. Akan terjadi setelah ratusan tahun,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, aktivitas warga Bali terhenti kemarin karena merayakan Nyepi. Sejak pukul 06.00 Wita pagi tadi, aktivitas warga di Denpasar, Badung dan kabupaten lainnya sudah kembali normal. (okz/red)