Tindaklanjuti Kesaksian Setnov, KPK Tunggu Putusan Hakim

19 views

Terdakwa kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto.

SpiritNews.Co, Jakarta | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menunggu putusan hakim Pengadilan Tipikor untuk menindaklanjuti kesaksian Setya Novanto (Setnov) yang menyebutkan adanya keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP, pada persidangan Kamis, 22 Maret 2018.

“Tentang nama-nama yang disebutkan ‎SN di sidang, tentu saja kita perlu melihat kesesuaian dengan fakta sidang dan bukti-bukti lainnya. Kami menunggu putusan pengadilan agar lebih komprehensif,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah seperti dilansir dari Okezone, Senin, 26 Maret 2018.

Sebagaimana diketahui, ada beberapa nama anggota DPR periode tahun 2009-2014 yang disebut Setnov terseret kasus yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun itu.‎ Nama-nama itu diduga sebagai pihak yang menerima aliran uang panas e-KTP.

K‎uasa hukum Setya Novanto (Setnov), Maqdir Ismail sempat menantang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membuktikan keterlibatan para anggota DPR yang kecipratan uang panas e-KTP.

“Sekarang tugas KPK yang buktikan kan mereka ada penyidik dan penuntut umum,” kata ‎Maqdir saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Maqdir menambahkan, Setnov sudah membuka seluruh keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus dugaan korupsi e-KTP. Dalam hal ini, ada beberapa nama anggota DPR yang disebut Setnov terseret kasus yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun itu.

“Sepanjang yang saya ketahui, semua sudah disampaikan Pak Setnov,” terang Maqdir.

Setnov sendiri saat ini memang sedang berupaya untuk mendapatkan status Justice Collaborator (JC) dari lembaga antirasuah. Salah satu persyaratan untuk mendapatkan JC tersebut, Setnov harus mampu mengungkap keterlibatan pihak lain yang lebih besar di kasus ini.

Selain itu, Setnov haruslah bukan pelaku utama jika ingin mendapatkan JC di perkara dugaan korupsi proyek e-KTP.‎ Namun, hingga ini belum ada nama besar yang dibeberkan Setnov untuk mendapatkan JC itu.

Sejauh ini, KPK masih mempertimbangkan permohonan JC yang diajukan oleh Setnov. ‎KPK masih menunggu perkembangan yang signifikan dari Setnov untuk mendapatkan status JC. (okz/red)