Tiga Rampok yang Tewaskan Sopir Taksi “Online” Dibekuk Polisi

14 views

Wajah tiga pelaku perampokan disertai pembunuhan sopir taksi online.

SpiritNews.Co, Palembang | Tiga pelaku perampokan yang menewaskan sopir taksi online, M Aji Saputra (26), dapat dibekuk setelah tim khusus dari Subdit III Jatanras Direskrimum Polda Sumsel memancing para pelaku.

Sebelumnya, polisi menangkap tiga pelaku kasus ini yakni Bambang Kurniawan (25), Yogi Andriansyah (19), dan Willy. Polisi memancing mereka dengan menyamar sebagai pembeli mobil korban, yang telah dirampok ketiganya. Mulanya, tim khusus kepolisian itu mengendus keberadaan pelaku kasus ini di daerah Muratara, yang merupakan kampung halaman tersangka Willy.

Di sana, petugas mendapatkan informasi jika ketiganya hendak menjual mobil merek Datsun Go-Panca warna Grey dengan plat nomor BG 1922, yang merupakan milik korban.

Polisi pun melakukan penyamaran dengan maksud memancing ketiganya. Saat bertemu, tersangka Bambang menyadari jika pembeli mereka adalah polisi. Willy dan Yogi langsung keluar dari mobil dan mencoba melarikan diri.

Yogi ditangkap lebih dulu setelah timah panas petugas menembus kakinya hingga tak bisa kabur lagi. Sedangkan Bambang, langsung tancap gas dengan mobil korban dan masuk ke areal perkebunan kelapa sawit.

Karena jalanannya begitu kecil, roda mobil korban yang dikemudikan Bambang amblas dan membuatnya tak dapat melarikan diri lagi.

“Ketika kita dekati, tersangka Bambang malah mencoba melawan petugas lagi. Karena membahayakan, kita akhirnya menembak tersangka dan tewas,” kata Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel, AKBP Yoga Baskara seperti dilansir dari Kompas.com, Sabtu, 16 Juni 2018.

Beberapa jam setelah tertangkapnya Bambang dan Yogi, keluarga dari Willy akhirnya menyerahkan Willy ke polisi.

“Ketiga tersangka ini melarikan diri ke Muratara dan hendak menjual mobil korban. Barang bukti mobil dan handphone milik korban kita dapatkan dari para pelaku,” ujar Yoga.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara kembali mengimbau kepada seluruh pengemudi taksi online untuk lebih berhati-hati ketika mendapatkan penumpang, terlebih saat tengah malam.

“Dalam kurun waktu dua tahun sudah empat kasus kita tangani. Modusnya sama, pura-pura jadi penumpang. Para driver harus hati-hati, apalagi penumpangnya cowok semua dan minta antar tengah malam. Lebih baik ditolak saja,” imbau Kapolda Sumsel. (kpc/red)