Tangkal Paham Radikal, Terorisme dan ISIS, Polri dan TNI Gelar Tablig Akbar

53 views

SpiritNews.Co, Solok | Dalam rangka menangkal ideologi Radikal, Terorisme dan ISIS, serta memperkuat sinergitas, Polri dan TNI di Kota Solok, Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Tablig Akbar, Sabtu, 20 Januari 2018, di Masjid Al Kausar, Polres Solok Kota.

Kegiatan ini juga untuk membentengi seluruh anggota Polisi dan TNI dalam membentengi diri, mendeteksi dan mensosialisasikan kepada masyarakat akan bahaya ideologi radikal.

Tablig Akbar yang mengangkat tema “Menangkal Paham Radikalisme, Teroris dan ISIS” ini menghadirkan penceramah Ustad Ali Musri Semjan Putra.

Dalam tausiyahnya Ustad Ali Musri Semjan Putra menjelaskan kepada seluruh personil Polisi dan TNI bahwa paham yang digencarkan oleh para penganut paham dengan ciri-ciri radikalisme, terorisme dan ISIS bukanlah ajaran dari agama Islam.

Dijelaskannya, agama Islam adalah agama yang cinta damai, seperti tauladan-taudalan yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Pengertian terorisme adalah doktrin dan aksi terorganisir yang mengancam keselamatan orang banyak untuk menciptakan suatu rasa ketakutan atau teror, dengan yang dilakukan dengan cara melakukan aksi penyerangan, mengebom tempat umum dan bunuh diri,” ujar ustad yang merupakan Alumunus Doktoral S3 Jurusan Aqidah Universitas Islam Madinah Saudi Arabia, yang dalam kesehariannya beliau merupakan pengisi kajian dalam siaran rohani Rodja TV dan Yufid TV.

Ia menjelaskan, banyak sekali pelanggaran yang dilakukan dalam paham radikal dan terorisme tersebut terhadap aturan Islam, seperti pengkafiran terhadap kaum muslimin yang tidak masuk golongannya, yang tidak mengikuti imamnya, memilih kehendak sendiri dengan melanggar syariat, menentang dan melawan penguasa tanpa landasan yang syar’i.

“Paham-paham tersebut telah melanggar sejumlah aturan dalam Islam. Oleh sebab itu, dengan adanya Tablig Akbar ini bertujuan untuk pembahasan yakni sebagai perjuangan dalam bentuk dakwah dan mencegah radikalisme dari wilayah NKRI,” kata Ustad Musri, yang berlatar belakang karir, perintis dan pendiri STDI Imam Syafii Jember, Pembina Yayasan Dar El Iman Padang dan pemegang Sanad Kitab Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab.

Diakhir ceramahnya, Dr Ali Musri mempersilahkan sesi tanya jawab seputar materi diantaranya bagaimana menyikapi banyaknya pesantren di wilayah lain yang didatangi bahkan dibuarkan oleh warga masyarkaat karena diduga mengajarkan paham radikal.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, serta pejabat teras Polres Solok Kota lainnya, para Kapolsek, anggota Polres dan Polsek sejajaran. Turut juga hadir Walikota Solok (mewakili), Dandim 0309 yang diwakili, Kemenag Kota Solok, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kodim 0309 Solok.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan menyampaikan kepada seluruh anggota yang hadir untuk mendengarkan dan memahami dengan seksama ceramah yang disampaikan, sebagai modal dalam membentengi diri, mendeteksi serta mensosialisasikanya kepada masyarakat luas.

“Khususnya kepada Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kodim 0309 Solok untuk membimbing dan menbentengi masyarakatnya di wilayah binaan masing-masing dari paham-paham yang tidak tentu arah,” kata Dony.

Kapolres berharap, dengan adanya Tablig Akbar ini dapat memperkuat Iman dan keyakinan seluruh jajaranya, membentengi serta menyatukan masyarakat sehingga berkehidupan kebangsaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai, sehingga tercapai masyarakat yang cinta NKRI.

“Bhabinkamtibmas harus menghimbau masyarakatnya, serta bersama masyarakat untuk memiliki kemampuan mendeteksi sejak dini bila ada dugaan paham radikal di wilayah hukum Polres Solok Kota. Baik seluruhnya mulai dari Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Dai Kamtibmas diharapkan dapat bersatu untuk proaktif mensosialisasikan ilmu yang diperoleh sehingga dapat mencerdaskan warga dan menjauhkannya dari paham radikal, terorisme dan ISIS,” jelas Dony.

Menurut Dony, ada sejumlah penyebab munculnya terorisme seperti kurangnya pemahaman umat muslim dalam mempelajari agama, selain itu ekstrim lebih dikedepankan, kemudian masih banyak dai dalam ilmu agama yang kurang matang, banyak maksiat, serta pemuda dan pemudi yang jauh dari bimbingan agama.

“Untuk menangkal terorisme, solusinya ada banyak, yang pasi kita harus menanamkan akidah yang benar terlebih dahulu, kemudian mengembalikan pemahaman agama kepada para ulama, Alquran dan hadist, serahkan kepada ahlinya yang telah matang, kemudian bersama-sama, kita semua ikut mencerdaskan kehidupan masyarakat dengan pemahaman-pemahaman yang baik yang cinta damai, yang sesuai dengan cita-cita bangsa kita,” kata Dony. (EYN)