Solok Kota Beras Serambi Madinah Butuh Peran Serta Khatib dan Imam yang Handal

37 views

SpiritNews.Co, Solok | Untuk mewujudkan Solok Kota Beras Serambi Madinah membutuhkan peran serta Khatib dan Imam yang handal. Demikian dikatakan Wakil Wali Kota Solok Reinier saat menghadiri penutupan pelatihan Khatib dan Imam se-Kota Solok, di Masjid Agung Al-Muhsinin, Rabu, 31 Januari 2018.

Menurutnya, masyarakat Kota Solok harus senantiasa bersyukur atas segala rahmat, nikmat dan taufiqnya.

Reinier berharap, seluruh pihak yang telah berpartisipasi untuk terselengaranya kegiatan Pelatihan Khatib dan Imam se-Kota Solok. Kegiatan yang telah dilaksanakan selama 4 hari berturut-turut tersebut, dapat berakhir dengan dampak yang baik.

“Kepada seluruh peserta yang tekun dan penuh semangat mengikuti kegiatan ini, dimana kehadiran dan partisipasi semua saudara merupakan wujud kepedulian untuk menampilkan potret cemerlang bagi para khatib dan imam yang memiliki kapabelitas dan integritas yang tinggi dalam menjalankan peran yang membawa mashlahat dan manfaat dalam rangka mengajak masyarakat pada konsep amar maruf dan nahi munkar secara santun dan bermartabat,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur AMCF (Asia Muslim Charly Foundation) Ustad Yoni Marlius, M.Ed Datu Yayasan Muslim Asia, Ketua Baznas Kota Solok Zaini dan Ketua PP Muhammadiyah, serta seluruh peserta pelatihan.

Dijelaskan Reinier, peran Khatib atau Mubaligh dalam komunitas masyarakat, dinilai sangatlah urgen dalam rangka memberikan pencerahan kepada masyarakat. Dalam persepektif edukatif, Pelatihan Khatib ini memiliki tujuan dan fungsi untuk menanamkan filosofi dan prinsip-prinsip dakwah dalam kerangka penegakan dinul Islam.

Selain itu, melalui pelatihan yang telah diselenggarakan selama 4 hari, diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang koridor hukum dan akhlak Islami yang mengatur pelaksanaan khutbah/tausiyah di tengah-tengah umat.

Alhasil, output pelatihan ini akan memberikan wawasan retorika khutbah dan ceramah melalui mimbar-mimbar, baik di Masjid maupun di lokasi dakwah lainnya.

“Sehubungan dengan hal itu, kita berharap melalui pelatihan ini, akan lahir para Khatib yang handal dan mampu berperan dalam pembangunan di Kota Solok terutama membangun mental spiritual masyarakat,” kata Reinier.

Ia menjelaskan, bahwa peran Khatib sangatlah dominan karena dituntut untuk membumikan ajaran Islam kepada masyarakat hingga tercipta suasana religius tatkala Islam senantiasa menjadi pedoman hidup, disaat itulah suasana Serambi Madinah akan dirasakan setiap insan yang hadir di Kota Solok.

“Bila kita pandang pula eksistensi Imam Masjid sangatlah vital dalam membawa dan memimpin jamaah dalam menunaikan ritual ibadah shalat 5 waktu. Kemampuan dan ketawadhukan imam masjid saat memimpin shalat, dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dengan bacaan yang sangat bernilai. Tentunya yang paling diharapkan dalam setiap insan ibadah shalat yang ditunaikan adalah limpahan pahala dari Allah SWT. Peran iman inilah yang sangat mempengaruhi kekhusukan ibadah shalat jamaah yang menjadi makmum,” kata Reinier dihadapan seluruh peserta.

Reinier juga menghimbau kepada seluruh peserta setelah berakhirnya pelatihan untuk mampu melakukan dan menggiring aktivitas dakwah dan shalat berjamaah dengan lebih efektif dan santun serta mampu mempompa semangat ibadah masyarakat dalam rutinitas keseharian.

“Saya juga berharap agar para peserta pelatihan dapat mengimplementasikan seluruh pelajaran atau materi yang telah diterima selama pelatihan berlangsung, terutama kepada para dai yang menjadi khatib, dituntut untuk menyampaikan nilai-nilai ajaran Islam di Kota Solok Kota Beras Serambi Madinah tercinta ini dengan santun dan beretika serta dengan ilmu fiqh dakwah Islam,” harap Reinier. (EYN)