Soal Pidato Indonesia Bubar Tahun 2030, Ini Kata Buya Syafii

17 views

Mantan Ketum PP Muhammadiyah Buya Syafii Ma’arif.

SpiritNews.Co, Jakarta | Mantan Ketum PP Muhammadiyah Buya Syafii Ma’arif angkat bicara terkait polemik prediksi Indonesia bubar di tahun 2030.

Buya menganggap prediksi yang diucapkan oleh Ketum Gerindra Prabowo Subianto itu sebagai hiburan.

“Anggap hiburan aja lah, hiburan. Itu kan berdasarkan fiksi. Jadi menurut saya ndak usah ditanggapi serius,” kata Buya Syafii usai mengisi kuliah umum di Wisma Antara, Jl Medan Merdeka Selatan, Kamus, 29 Maret 2018.

Meski dianggapnya sebagai hiburan, Buya juga menilai pernyataan Prabowo itu jangan dianggap enteng. Adanya prediksi Indonesia bubar pada tahun 2030, katanya, harus dijadikan peringatan untuk memperkuat bangsa.

“Tapi itu juga, peringatan boleh ya. supaya Indonesia jangan sampai jadi negara gagal. Jadi saya rasa ada baiknya juga. Tapi itu jangan ditanggapi secara serius karena itu kan berdasarkan fiksi,” jelasnya seperti dilansir dari detikcom.

Prediksi Indonesia bubar tahun 2030 menjadi polemik di Tanah Air. Beberapa partai poltik menilai pernyataan tersebut memunculkan pesimistis terhadap kemajuan Indonesia.

Partai Golongan Karya mempertanyakan data Indonesia bubar di tahun 2030 yang disampaikan Prabowo. Golkar meminta Prabowo tak usah bersikap pesimistis.

“Darimana data tersebut? Jangan selalu menebar sikap yang pesimistis untuk bangsa ini. Tumbuhkan terus harapan yang optimistis untuk kemajuan bangsa,” ujar Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily, Selasa, 20 Maret 2018.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto membantah tudingan pesimistis terkait pidato prediksi Indonesia bubar di tahun 2030. Prabowo menyebut masa mudanya dihabiskan untuk berperang.

“Bung, waktu saya muda itu, saya perang terus. Mana mungkin saya pesimistis,” kata Prabowo saat berpidato di hadapan ratusan kader Partai Gerindra di Ballroom Hotel Apita, Kabupaten Cirebon, Rabu, 28 Maret 2018.

Dia juga menegaskan soal ‘bubarnya Indonesia tahun 2030’ itu bukanlah prediksinya. Prediksi itu, sambung dia, merupakan pandangan-pandangan dari orang asing.

“Saya mengatakan orang-orang luar negeri mengatakan seperti itu (Indonesia bubar). Kita harus waspada. Malah dibilang Prabowo pesimistis. Pernyataan itu sudah lama, tahun lalu waktu saya bicara di UI dengan tokoh-tokoh,” ucapnya. (dtc/red)