Soal Nyanyian Setya Novanto di Sidang Kasus e-KTP, Ini Penjelasan Puan Maharani

20 views

Puan Maharani.

SpiritNews.Co, Jakarta | Mantan Ketua DPR Setya Novanto menyebut nama Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menerima uang USD 500 ribu dalam proyek e-KTP. Puan pun bicara di tengah ‘terkaman Novanto itu.

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Kamis kemarin, 22 Maret 2018, Novanto mengaku mendapatkan cerita dari pengusaha Made Oka Masagung yang bercerita padanya soal aliran uang e-KTP ke Puan dan Pramono Anung.

Namun Novanto mengaku tidak tahu apa peran Puan dan Pramono dalam proyek e-KTP sehingga disebut mendapatkan aliran uang itu.

Novanto hanya mengatakan keluarga Made Oka dekat dengan keluarga Sukarno. Selain itu, Pramono juga mengamini hubungan keluarga Made Oka dengan Sukarno. Dia pun mengaku kenal dengan Made Oka.

Hal itu diketahui Novanto dari Made dan Andi Agustinus alias Andi Narogong yang menceritakan itu ketika berkunjung ke kediamannya.

“Oka menyampaikan dia menyerahkan uang ke dewan, saya tanya ‘wah untuk siapa’. Disebutlah tidak mengurangi rasa hormat, saya minta maaf, waktu itu ada Andi untuk Puan Maharani 500 ribu dan Pramono 500 ribu dolar,” ujar Novanto ketika menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Maret 2018.

Ketua majelis hakim Yanto meminta Novanto mengulangi pernyataannya.

“Untuk siapa? Ulangi,” kata Yanto.

“Bu Puan Maharani waktu itu Ketua Fraksi PDIP dan Pramono adalah 500 ribu ini hal-hal,” ucap Novanto.

Puan pun angkat bicara. Puan mengatakan tudingan Setya Novanto soal aliran duit e-KTP tidak berdasar.

“Kita dukung proses hukum yang ada di KPK atau proses hukum yang sedang berjalan. Jadi semuanya ini masalah hukum harusnya dasarnya itu fakta-fakta hukum,” tegas Puan seperti dilansir dari detikcom, Jumat, 23 Maret 2018.

Puan menegaskan tidak pernah membahas proyek pengadaan e-KTP di Komisi II DPR. Apalagi saat itu, PDIP dalam posisi partai oposisi.

“Ini betul-betul suatu kebijakan yang diusulkan oleh pemerintah pada saat itu. Jadi semua hal hal yg berkaitan dengan hal-hal yang ada di DPR tentu saja ada, tapi saya nggak pernah ikut bicara masalah e-KTP,” sambungnya.

Meski begitu, Puan mengaku mengenal sosok Made Oka tersebut. Si pengusaha merupakan teman dari keluarga Soekarno.

“Saya kenal dengan Pak Made Oka karena kebetulan beliau itu adalah teman keluarga Bung Karno,” ucap Puan.

Bantahan juga disampaikan Seskab Pramono Anung. (dtc/red)