Ruang Kelas Terbatas, Siswa SMA Ini Ujian di Luar Ruangan

12 views

Puluhan siswa SMA Negeri 2 Leihitu Kabupaten Maluku Tengah, Kamis, 7 Desember 2017, mengikuti ujian akhir semester (UAS) di teras sekolah karena keterbatasan ruang kelas.

SpiritNews.Co, Ambon | Puluhan siswa SMA Negeri 2 Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah di Desa Negeri Lima harus menjalani ujian akhir semester (UAS) dengan kondisi memprihatinkan, Kamis, 7 Desember 2017.

Para siswa terpaksa harus menjalani UAS di luar ruangan lantaran sekolah mereka tidak memiliki ruang kelas yang cukup. Meski demikian, puluhan siswa ini tetap bersemangat mengerjakan soal-soal yang diberikan.

Maman salah seorang guru SMA Negeri 2 Leihitu kepada Kompas.com mengatakan, keterbatasan ruang kelas di sekolah menjadi penyebab para siswa terpaksa mengikuti UAS di luar ruangan.

Jumlah siswa di sekolah tersebut, sambung Maman, lebih dari 260 siswa. Sementara ruang kelas hanya ada empat, sehingga semua siswa tidak dapat ditampung di dalam kelas.

“Kami sampai menggunakan ruang perpustakaan sebagai ruang belajar,” ujarnya.

Maman mengaku, dua tahun lalu, para siswa di sekolah itu terpaksa menumpang di gedung SMP terdekat untuk mengikuti ujian akhir lantaran keterbatasan ruang kelas.

”Tapi tahun ini kita tidak bisa lagi memakai gedung di sana karena jumlah siswa SMP juga semakin banyak,” ucapnya.

Dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) sehari-hari, pihaknya memberlakukan sistem dua shift yakni pagi dan siang. Hal ini dilakukan untuk menyiasati kurangnya ruang kelas.

Dia berharap, pemerintah daerah segera mengambil sikap agar tidak ada lagi siswa yang melakukan aktivitas di luar ruangan.

“Harapan kita itu sekolah bisa memiliki 11 ruang belajar, karenanya kami berharap pemerintah daerah dan juga alumni sekolah bisa membantu agar siswa di sini tidak lagi menderita,” tuturnya.

SMA Negeri 2 Leihitu sebelumnya sempat porak-poranda setelah diterjang banjir bandang saat bendungan Wai Ela di Desa Negeri Lima jebol, Juli 2013 silam.

Para siswa di desa itu kemudian belajar di tenda-tenda darurat selama beberapa tahun sebelum akhirnya sekolah mereka kembali dibangun.

 

(red)